Kesehatan
Jangan Sepelekan Asam Urat! Ini 5 Cara Efektif Mengendalikannya Secara Alami
Kadar asam urat tinggi bukan hanya memicu nyeri sendi yang menyiksa, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan ginjal dan metabolisme tubuh
SERAMBINEWS.COM – Kadar asam urat tinggi bukan hanya memicu nyeri sendi yang menyiksa, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan ginjal dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, mulai dari batu ginjal hingga gangguan kardiometabolik.
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai hiperurisemia, yakni saat kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal.
Asam urat sendiri merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, zat yang secara alami terdapat dalam tubuh dan juga ditemukan pada sejumlah makanan.
Ketika produksinya berlebihan atau pembuangannya melalui ginjal tidak optimal, asam urat dapat membentuk kristal tajam seperti jarum di persendian.
Inilah yang kemudian menyebabkan serangan nyeri hebat, kemerahan, dan pembengkakan.
Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam Molecular Basis of Nutrition and Aging menjelaskan bahwa asupan purin tinggi serta gangguan fungsi ginjal menjadi faktor utama peningkatan kadar asam urat.
Dokter spesialis, Naval Mendiratta, menegaskan bahwa selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup memegang peran penting dalam pengelolaan asam urat.
“Dengan pilihan makanan yang tepat, kebiasaan hidrasi, dan aktivitas fisik teratur, kadar asam urat sering kali dapat dikelola secara alami,” ujarnya.
Buah-Buahan yang Disarankan
Beberapa buah diketahui membantu menurunkan kadar asam urat karena kandungan antioksidan dan senyawa alaminya.
- Apel mengandung asam malat yang membantu menetralkan asam urat dalam darah. Seratnya juga membantu membuang limbah metabolik dari tubuh.
- Pisang secara alami rendah purin dan kaya kalium. Mineral ini berperan membantu ginjal membuang kelebihan natrium dan asam urat.
- Ceri sering disebut sebagai “superfood” bagi penderita asam urat. Kandungan antosianinnya bersifat antiinflamasi dan dapat membantu mencegah pembentukan kristal di persendian.
Peran Kopi dan Teh Hijau
Penelitian yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan penurunan risiko asam urat.
Kopi mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga membantu metabolisme tubuh bekerja lebih efisien.
Selain itu, teh hijau yang kaya katekin juga dipercaya membantu mengurangi produksi asam urat dalam tubuh jika dikonsumsi secara rutin dan tidak berlebihan.
Makanan yang Perlu Dibatasi
Mengatur pola makan menjadi kunci utama pengendalian asam urat. Beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:
- Daging merah dan jeroan
- Makanan laut tertentu seperti sarden dan kerang
- Minuman beralkohol
- Produk tinggi fruktosa seperti soda dan minuman manis kemasan
- Konsumsi makanan tersebut dapat memicu lonjakan kadar asam urat dalam waktu singkat, terutama pada individu yang rentan.
- Rempah dan Pengobatan Rumahan
Beberapa bahan alami juga dinilai membantu meredakan peradangan akibat asam urat.
| Jarang Makan Sayur? Ini 5 Dampak Berbahaya yang Sering Tak Disadari |
|
|---|
| Cara Rebus Telur yang Sehat, Hindari Panas Tinggi Agar Nutrisi Tetap Terjaga |
|
|---|
| Cek Ini Sebelum Menikah Kata dr Boyke, Bisa Tentukan Kesuburan Pasangan |
|
|---|
| 7 Penyebab Tangan Keriput di Usia Muda, Sering Tak Disadari dan Dianggap Sepele |
|
|---|
| 5 Obat Alami Redakan Pilek dan Hidung Tersumbat, Bisa Dicoba di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seseorang-yang-mengeluhkan-sakit-lutut-akibat-asam-urat.jpg)