Jumat, 5 Juni 2026

Kesehatan

Jangan Asal Makan Saat Buka Puasa, 7 Jenis Makanan Ini Bisa Bikin Perut “Kaget”

Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, mengingatkan agar masyarakat lebih selektif memilih menu berbuka.

Tayang:
Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
BERBUKA PUASA - 7 makanan yang sebaiknya dihindari untuk berbuka 

SERAMBINEWS.COM – Ramadan 1447 Hijriah kembali dijalani umat Islam dengan menahan lapar dan dahaga sejak imsak hingga azan Magrib.

Hampir 13 jam tubuh tidak menerima asupan apa pun. Maka momen berbuka seharusnya jadi waktu yang tepat untuk “mengisi ulang” energi dengan cara yang bijak.

Namun, tak semua makanan cocok langsung masuk ke perut yang seharian kosong.

Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, mengingatkan agar masyarakat lebih selektif memilih menu berbuka.

Menurutnya, kondisi lambung setelah berpuasa cukup sensitif.

“Penting memilih makanan yang sehat dan baik bagi pencernaan saat berbuka. Sebab tubuh tidak menerima makanan selama sekitar 13 jam lebih saat puasa,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (20/2/2026).

Karena itu, ia menyarankan agar tidak tergoda menyantap makanan secara berlebihan atau asal pilih.

Jika salah memilih, perut bisa terasa begah, mual, bahkan memicu gangguan pencernaan. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tapi juga bisa mengganggu kekhusyukan ibadah malam seperti salat tarawih.

Intinya sederhana: setelah “istirahat” panjang, lambung perlu diperlakukan dengan lembut.

Jadi sebelum menyusun menu berbuka, ada baiknya tahu dulu makanan apa saja yang sebaiknya dihindari.

7 makanan yang sebaiknya dihindari untuk berbuka

Berikut ini setidaknya tujuh makanan yang tidak dikonsumsi saat berbuka:

1. Makanan mengandung gas

Toto menerangkan, beberapa makanan memiliki kandungan gas di dalamnya dan disarankan untuk tidak dikonsumsi saat berbuka puasa.

Makanan bergas tersebut antara lain nangka, kembang kol, brokoli, kubis, dan jamur. 

Hal itu juga berlaku untuk minuman berkarbonasi.

“Makanan dan minuman bergas seperti minuman bersoda juga bisa sebabkan perut kembung,” terang Toto.

2. Makanan pedas

Seseorang yang berpuasa sebaiknya menghindari makanan pedas sebagai menu utama saat berbuka.

Hal itu dikarenakan makanan pedas dapat mengiritasi organ seperti lambung, sehingga muncul masalah pencernaan.

“(Agar) usus tidak kaget dengan makanan yang terlalu pedas yang kemudian membuat sensasi terbakar di panas,” ungkap Toto.

3. Makanan asam

Makanan asam juga direkomendasikan untuk dihindari saat berbuka puasa. 

Hal tersebut agar perut maupun lambung tidak mengalami masalah. Adapun makanan asam tersebut seperti jeruk, mangga muda, acar, pempek, yogurt, beri-berian, dan sebagainya.

“Bisa picu masalah asam lambung. Iritasi di lambung nanti (karena kosong),” jelas Toto.

4. Makanan tinggi gula

Toto menyarankan supaya seseorang tidak mengonsumsi makanan tinggi gula ketika berbuka puasa.

Pasalnya, makanan tinggi gula seperti kue tart dapat menyebabkan kadar gula darah mengalami lonjakan yang kemudian membuat tubuh justru menjadi lemas. 

Selain itu, Toto menilai, bahwa makanan tinggi gula juga membuat seseorang memiliki selera makan yang rendah.

“Kalau bisa berbuka yang ringan, yang agak-agak asin sedikit agar menggugah selera makan,” ucapnya.

5. Makanan berlemak tinggi

Toto merekomendasikan untuk menghindari konsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan saat berbuka puasa.

Makanan berlemak tersebut akan lama dicerna oleh tubuh dan memaksa sistem pencernaan bekerja lebih berat.

Selain itu, menurut Toto, makanan berlemak tinggi juga dapat memicu terjadinya lonjakan kadar kolesterol di dalam tubuh.

“Sebaiknya mengonsumsi makanan berkuah seperti sup, jangan semuanya berlemak. Itu untuk mendukung metabolisme tubuh,” ujarnya.

6. Kopi

Toto juga mengatakan, hindari minum kopi atau minuman berkafein lainnya ketika berbuka puasa, terlebih jika ditambah susu di dalamnya.

“Kopi mengandung kafein, apalagi dicampur susu. Kedua zat itu membuat oral atau mulut membuat tidak selera makan,” beber dia.

Padahal, saat berbuka puasa, tubuh perlu menerima asupan makanan yang cukup untuk mengembalikan stamina dan menjaga kesehatan.

7. Teh

Terpisah, dokter gizi Tan Shot Yen menyampaikan bahwa sebaiknya untuk tidak mengonsumsi teh saat berbuka puasa.

Sebab, teh bersifat diuretik yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Padahal, tubuh saat itu membutuhkan rehidrasi yang cukup.

“Yang paling mudah diserap tubuh tanpa merugi tentu air. Dingin, hangat, atau suhu ruang tidak masalah. Air adalah perehidrasi terbaik,” kata dia kepada Kompas.com, Senin (16/2/2026).

(Serambinews.com/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved