Ramadhan 2026
Sering Begadang saat Puasa? Ikuti Cara Atur Tidur 7 Jam ala Dr Boyke
Kebiasaan begadang hingga bangun dini hari untuk sahur membuat waktu istirahat berkurang.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Firdha Ustin
SERAMBINEWS.COM - Bulan RamadHan kerap mengubah pola aktivitas harian, termasuk waktu tidur.
Kebiasaan begadang hingga bangun dini hari untuk sahur membuat waktu istirahat berkurang.
Padahal, tidur yang cukup tetap menjadi kunci menjaga kesehatan dan stamina selama berpuasa.
Dokter sekaligus seksolog, Dr Boyke Dian Nugraha, menegaskan bahwa kebutuhan tidur ideal orang dewasa berkisar 7 hingga 8 jam per hari, termasuk selama Ramadhan. Kurang tidur, menurutnya, dapat memicu berbagai dampak negatif bagi tubuh.
“Begadang bisa menyebabkan stres, menurunkan imunitas, serta membuat hormon tidak bekerja optimal, termasuk hormon testosteron,” ujarnya dikutip Serambinews.com dari YouTube Kacamata dr Boyke, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, kurang tidur dalam jangka panjang juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit degeneratif.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat tetap mengatur waktu tidur dengan baik meskipun jadwal berubah selama bulan puasa.
Tips Mengatur Tidur 7 Jam Selama Ramadan
Berikut pola tidur yang disarankan dr Boyke agar kebutuhan istirahat tetap terpenuhi:
1. Tidur setelah tarawih
Usai berbuka puasa, salat Isya, dan tarawih, sebaiknya langsung beristirahat.
Ini menjadi waktu tidur utama yang paling efektif untuk mengumpulkan jam tidur.
2. Bangun untuk sahur
Bangun mendekati waktu imsak untuk makan sahur. Agar lebih praktis, makanan bisa disiapkan sebelumnya sehingga tidak mengurangi waktu istirahat.
3. Tidur sejenak setelah subuh
Setelah sahur dan salat Subuh, manfaatkan waktu untuk tidur kembali sekitar satu jam. Tidur singkat ini membantu menambah total waktu istirahat harian.
Dengan pola tersebut, total waktu tidur tetap bisa mencapai sekitar 7 jam dalam sehari.
Mandi Dingin atau Hangat?
Dalam kesempatan yang sama, Dr Boyke juga menjelaskan pilihan mandi selama Ramadhan.
Menurutnya, mandi air dingin cocok dilakukan di pagi hari karena dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh lebih segar.
Sementara itu, mandi air hangat lebih dianjurkan sebelum tidur karena membantu tubuh menjadi rileks sehingga tidur lebih nyenyak.
“Kalau ingin segar dan meningkatkan stamina, mandi air dingin. Tapi kalau mau tidur lebih nyaman, gunakan air hangat,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan selama Ramadhan.
Dengan istirahat yang cukup, tubuh tetap bugar dan aktivitas ibadah dapat dijalani secara optimal.
(Serambinews.com/Firdha)
| Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-29 Ramadhan: Mendapat Pahala Seribu Ibadah Haji |
|
|---|
| ISTAGAL Salurkan Santunan untuk Korban Banjir, Anak Yatim, Piatu, dan Dhuafa di Gayo Lues |
|
|---|
| Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap, Pastikan Dibayar Sebelum Salat Idul Fitri |
|
|---|
| Buka Bersama di Oslo, Ketua TASTAFI dan Dubes RI Bahas Situasi Terkini dan Kepedulian untuk Aceh |
|
|---|
| Agar Puasa Sempurna, Ini Waktu dan Cara Membayar Zakat Fitrah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seksolog-dr-Boyke-saat-menjelaskan-bahaya-inses.jpg)