Kesehatan
Keputihan Paling Sering Dipicu Infeksi, dr Boyke Ungkap Ciri Normal dan yang Harus Diwaspadai
Seksolog dr Boyke mengungkapkan, sebagian besar kasus keputihan justru dipicu oleh infeksi yang perlu penanganan medis.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM - Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan. Namun, tidak semua keputihan tergolong normal.
Seksolog dr Boyke mengungkapkan, sebagian besar kasus keputihan justru dipicu oleh infeksi yang perlu penanganan medis.
“Di klinik, paling banyak kami temukan keputihan dengan trigger utama infeksi, sekitar 70 persen kasus,” ujar dr Boyke dikutip Rabu (1/4/2026) dari TikTok Klinik Pasutri dr Boyke.
Ia menjelaskan, infeksi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari jamur, bakteri, hingga penyakit menular seksual.
Selain itu, kebiasaan yang kurang tepat dalam membersihkan organ intim juga dapat memicu terjadinya infeksi.
Sementara itu, sekitar 30 persen lainnya disebabkan oleh faktor non-infeksi seperti stres atau kondisi hormonal tertentu.
Baca juga: Waspada! Ini Alasan Pedofilia Sangat Berbahaya bagi Anak, dr Boyke: Trauma Bisa Seumur Hidup
Dokter menegaskan, penting untuk mencari tahu penyebab pasti keputihan agar penanganannya tepat.
“Harus dicari, apakah karena jamur, bakteri, penyakit kelamin, atau kebiasaan yang tidak semestinya,” jelasnya.
Ciri Keputihan Normal
Keputihan yang tergolong normal atau fisiologis umumnya memiliki ciri-ciri:
- Berwarna bening
- Tidak berbau
- Tidak menimbulkan rasa gatal
- Tidak berubah warna
Kondisi ini biasanya muncul pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah menstruasi, saat masa subur, atau ketika wanita mengalami rangsangan.
Baca juga: Ibu Hamil Dilarang Minum Kopi? Ini Penjelasan dr Boyke soal Dampaknya bagi Janin
Waspadai Keputihan Tidak Normal
Sebaliknya, keputihan yang perlu diwaspadai atau bersifat patologis ditandai dengan:
- Warna berubah (kuning, hijau, atau kemerahan)
- Tekstur sangat kental
- Disertai bau tidak sedap
- Menimbulkan rasa gatal atau tidak nyaman
Menurut dr Boyke, tekstur kental pada keputihan tidak selalu berbahaya. Namun, perlu diperhatikan apakah disertai gejala lain seperti gatal atau bau.
“Kalau kental, kita harus lihat dulu apakah ada rasa gatal atau tidak, serta kapan terjadinya, misalnya setelah haid atau saat terangsang,” katanya.
Baca juga: Dr Boyke Ungkap Puasa Bisa Tingkatkan Kesuburan, Ini Tips Program Hamil Saat Ramadhan
Cara Mengatasi Keputihan
Penanganan keputihan harus disesuaikan dengan jenisnya. Jika termasuk keputihan fisiologis, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.
Namun, jika tergolong patologis, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya sebelum diberikan terapi yang sesuai.
dr Boyke mengimbau perempuan untuk tidak mengabaikan perubahan pada keputihan, terutama jika disertai gejala lain yang mengganggu.
“Yang paling penting adalah membedakan, apakah ini keputihan normal atau yang harus diobati,” pungkasnya.
(Serambinews.com/Firdha)
| Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan |
|
|---|
| Masuk Usia 50 Tahun? Ini 7 Tips Kardio Agar Jantung Tetap Sehat |
|
|---|
| Diabetes di Indonesia Bak Gunung Es, Jutaan Orang Belum Terdeteksi |
|
|---|
| 4 Cara Mengatasi Bau Kaki, Ampuh Hilangkan Bau Tak Sedap dan Tingkatkan Percaya Diri |
|
|---|
| 10 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jaga Imun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keputihan-saat-hamil-moms-kenali-yuk-penyebab-jenis-dan-cara-mengatasinya.jpg)