Kesehatan
4 Bahaya Lemak Trans bagi Kesehatan, Bisa Picu Penyakit Jantung hingga Stroke
Lemak trans dikenal sebagai salah satu jenis lemak paling berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering dalam jangka panjang.
SERAMBINEWS.COM - Makanan cepat saji dan aneka makanan olahan kini semakin sering jadi pilihan karena praktis dan mudah didapat. Namun di balik rasanya yang gurih dan menggoda, ada kandungan lemak trans yang perlu diwaspadai.
Lemak trans dikenal sebagai salah satu jenis lemak paling berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering dalam jangka panjang.
Secara umum, makanan mengandung dua jenis lemak, yaitu lemak tidak jenuh dan lemak jenuh. Lemak tidak jenuh termasuk lemak sehat yang banyak ditemukan pada ikan, alpukat, kacang-kacangan, hingga minyak zaitun.
Sementara itu, lemak jenuh lebih banyak berasal dari produk hewani dan makanan olahan.
Lemak trans sendiri merupakan bagian dari lemak jenuh yang bisa ditemukan secara alami dalam jumlah kecil pada daging merah, susu, dan produk olahannya. Namun, sebagian besar lemak trans yang beredar saat ini berasal dari proses industri pangan.
Biasanya, lemak trans dibuat melalui proses hidrogenasi, yaitu penambahan hidrogen ke dalam minyak nabati agar makanan menjadi lebih tahan lama, renyah, dan terasa lebih gurih.
Tak heran jika kandungan ini banyak ditemukan pada gorengan, margarin, makanan cepat saji, biskuit, kue kemasan, hingga makanan beku siap saji.
Meski terasa nikmat, konsumsi lemak trans berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.
Berikut beberapa bahaya lemak trans yang perlu diwaspadai:
1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL).
Kondisi tersebut memicu penumpukan plak di pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan arteri. Jika terus terjadi, aliran darah menuju jantung menjadi terganggu dan risiko penyakit jantung koroner meningkat.
Dalam kondisi tertentu, masalah ini juga dapat memicu nyeri dada hingga serangan jantung.
2. Memicu Stroke
Tak hanya berdampak pada jantung, lemak trans juga berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke.
Penumpukan plak akibat tingginya kolesterol dapat pecah dan menyumbat pembuluh darah di otak. Saat aliran darah menuju otak terganggu, jaringan otak akan kekurangan oksigen dan nutrisi.
Kondisi ini dapat menyebabkan stroke dengan gejala seperti gangguan bicara, kelumpuhan, hingga penurunan kesadaran.
3. Memperburuk Diabetes Tipe 2
Pola makan tinggi lemak trans dan lemak jenuh juga berkaitan dengan meningkatnya resistensi insulin.
Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan, terutama pada penderita obesitas dan diabetes tipe 2.
Selain itu, konsumsi lemak trans berlebihan diduga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang memperbesar risiko gangguan metabolisme.
4. Memicu Gangguan Pencernaan
Makanan tinggi lemak trans juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti naiknya asam lambung dan batu empedu.
Kandungan lemak yang tinggi membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat sehingga lambung memproduksi lebih banyak asam.
Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan saluran pencernaan. (Tribunhealth.com)
| 5 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Daging Olahan hingga Alkohol |
|
|---|
| 4 Makanan yang Bisa Membantu Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal, Jaga Kesehatan Usus Sejak Dini |
|
|---|
| 9 Cara Mengurangi Asupan Gula Harian agar Tubuh Lebih Sehat, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana |
|
|---|
| Sering Langsung Tidur Setelah Makan? Ini 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai |
|
|---|
| 8 Khasiat Buah Murbei untuk Kesehatan, Bantu Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Makanan-cepat-saji-atau-fast-food-yang-bisa-membahayakan-kesehatan.jpg)