Kesehatan
Emosi Memuncak? Coba 5 Aktivitas Ini untuk Menenangkan Diri Saat Marah
Marah sebenarnya adalah reaksi emosi yang sepenuhnya wajar dan manusiawi.
SERAMBINEWS.COM - Marah sebenarnya adalah reaksi emosi yang sepenuhnya wajar dan manusiawi.
Namun, kalau sudah lepas kendali, amarah justru bisa berbalik merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
Itulah mengapa kita butuh trik jitu untuk mengelola emosi dengan bijak.
Saat dada sudah terasa 'dongkol' dan panas, alih-alih meluapkannya dengan membentak, ada baiknya Anda mengalihkan energi tersebut lewat hal lain, seperti mencari udara segar, mandi, atau aktivitas fisik lainnya.
Melansir informasi dari Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa aktivitas sederhana yang ampuh untuk menenangkan diri saat marah:
1. Cari Udara Segar
Kalau suasana di dalam rumah atau ruangan kantor sudah terasa "panas" dan bikin sumpek, jangan berdiam diri. Segeralah melangkah keluar untuk mencari pemandangan baru.
Anda bisa berjalan-jalan santai di sekitar taman kompleks, atau sesederhana berdiri di halaman rumah sambil menarik napas dalam-dalam menikmati hembusan angin.
Bagi sebagian orang, meluangkan waktu sekadar lima menit untuk menyiram tanaman hias di teras atau memandangi hijaunya dedaunan terbukti bisa jadi obat penenang instan yang efektif menurunkan detak jantung akibat emosi.
2. Mandi atau Cuci Muka
Kita pasti sering mendengar saran “dinginkan dulu kepalamu” saat sedang emosi. Menariknya, ungkapan ini bukan sekadar kiasan. Secara biologis, suhu tubuh kita memang cenderung meningkat ketika sedang marah.
Membasuh muka, berwudhu, atau langsung mengguyur tubuh dengan air mengalir di kamar mandi adalah cara tercepat untuk memutus rantai kemarahan tersebut. Sensasi dingin yang menyentuh kulit seketika akan memberi stimulasi positif pada saraf tubuh, memaksa fokus kita berpindah dari pikiran yang penuh amarah menuju kesadaran fisik yang jauh lebih rileks.
3. Olahraga dan Aktivitas Fisik
Memendam kemarahan begitu saja tanpa dilepaskan justru bisa berubah jadi racun dan memicu ketegangan otot. Daripada melampiaskannya dengan membanting barang atau mengumpat yang ujung-ujungnya memicu penyesalan, gunakan saja energi negatif tersebut untuk menggerakkan tubuh.
Cobalah jalan cepat keliling kampung, mengambil sapu untuk membersihkan rumah, atau melakukan olahraga sederhana di dalam kamar. Aktivitas fisik yang menguras keringat seperti ini akan merangsang otak melepaskan hormon endorfin, yang secara otomatis efektif mengusir stres sekaligus memperbaiki suasana hati Anda.
4. Isi dengan Aktivitas Kreatif
Ada kalanya kemarahan berada di titik di mana kita sudah terlanjur malas untuk berbicara, apalagi menjelaskan apa pun kepada orang lain. Jika Anda sedang berada di fase mogok bicara ini, menuangkan emosi ke dalam bentuk karya bisa menjadi terapi mandiri yang menenangkan.
Anda bisa menumpahkan kekesalan dengan menulis jurnal secara acak (journaling), mencoret-coret kertas dengan cat, atau menyalakan musik favorit dengan volume tinggi sambil ikut bernyanyi sekeras-kerasnya. Seni memberikan ruang bebas bagi emosi Anda untuk keluar lepas tanpa perlu takut dinilai salah oleh lingkungan sekitar.
5. Syukuri Hal-hal Terkecil dalam Hidup
Saat emosi negatif sedang mendominasi, sudut pandang kita cenderung menyempit. Akibatnya, kita hanya melihat segala hal buruk yang terjadi sepanjang hari itu.
| 15 Makanan untuk Atasi Rambut Rontok dan Bantu Pertumbuhan Rambut, dari Telur hingga Kimchi |
|
|---|
| Sayangi Jantungmu, Yuk Rutin Konsumsi 7 Buah Penurun Kolesterol dan Tekanan Darah Ini |
|
|---|
| Mau Wajah Cerah dan Glowing? Pastikan 8 Kandungan Skincare Ini Ada di Produk Kamu |
|
|---|
| Sering Kita Lakukan, Ternyata 5 Penyakit Ini Gampang Banget Menular Lewat Jabat Tangan |
|
|---|
| Sering Dikira Cuma Buat Rambut, Ini 5 Khasiat Rutin Minum Jus Lidah Buaya Bagi Tubuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ILUSTRASI-sesorang-wanita-yang-sedang-marah.jpg)