Kesehatan
Jangan Sepelekan! Cacingan Bisa Serang Orang Dewasa, Bukan Cuma Anak Kecil
Cacingan bukan sekadar perut gatal atau badan kurus. Gejalanya justru kerap tidak disadari.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Selama ini, penyakit cacingan sering dianggap hanya menyerang anak-anak.
Padahal, menurut penjelasan dr Santi, Spesialis Corporate Health Management Kompas Gramedia, cacingan bisa dialami siapa saja, termasuk orang dewasa.
“Banyak yang mengira cacingan itu penyakit anak-anak. Padahal orang dewasa pun bisa terkena, terutama kalau pola hidup dan kebersihan tidak dijaga,” kata dr Santi dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube SONORA FM, Selasa (9/9/2025).
Cacingan bukan sekadar perut gatal atau badan kurus. Gejalanya justru kerap tidak disadari, misalnya:
- badan terasa cepat lelah,
- anemia atau kekurangan darah,
- berat badan turun tapi perut terlihat buncit,
- sering sakit perut tanpa sebab jelas.
Baca juga: Kisah Raya Bocah Sukabumi Bikin Heboh Medsos, Meninggal Usai Cacingan, Apa Itu Penyakit Askariasis?
“Kalau sudah parah, cacing bisa mengganggu penyerapan nutrisi tubuh. Anak-anak jadi stunting, orang dewasa pun bisa mudah sakit karena daya tahan tubuh melemah,” jelasnya.
Mitos vs Fakta Obat Cacing
Kasus viral balita meninggal karena cacingan sempat membuat orang tua ragu memberi obat cacing.
dr Santi menegaskan, obat cacing itu aman, tapi harus sesuai kebutuhan.
“Tidak benar semua obat cacing bisa digunakan untuk semua jenis cacing. Dokter biasanya menyesuaikan obat dengan jenis cacing yang menyerang,” tegasnya.
Kebiasaan yang Perlu Diwaspadai
Ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang bisa meningkatkan risiko cacingan:
Baca juga: dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Kesehatan: Sujud Lama & Puasa Ternyata Punya Efek Dahsyat untuk Tubuh
- makan lalapan atau ikan mentah,
- mengonsumsi air isi ulang yang kebersihannya tidak terjamin,
- hanya merendam sayuran tanpa dicuci dengan air mengalir.
“Cacing bisa menular lewat banyak cara. Bukan hanya dari makanan, tapi juga lewat benda di sekitar kita,” kata dr Santi.
Penularan Lewat Lingkungan Rumah
Telur cacing sangat mudah berpindah.
Mainan anak, sprei, hingga kuku panjang bisa menjadi media penularan.
Jika ada satu anggota keluarga yang terinfeksi, risiko menular ke anggota lain cukup besar.
Rekomendasi Minum Obat Cacing
Sebagai langkah pencegahan, dr Santi menyarankan rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali, terutama bagi masyarakat di daerah tropis seperti Indonesia.
Anjuran ini berlaku tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Cara Merebus Air yang Benar
| Cek Ini Sebelum Menikah Kata dr Boyke, Bisa Tentukan Kesuburan Pasangan |
|
|---|
| 7 Penyebab Tangan Keriput di Usia Muda, Sering Tak Disadari dan Dianggap Sepele |
|
|---|
| 5 Obat Alami Redakan Pilek dan Hidung Tersumbat, Bisa Dicoba di Rumah |
|
|---|
| Rambut Mudah Rontok? 5 Kacang dan Biji-bijian Ini Bisa Bantu Perkuat dari Dalam |
|
|---|
| 5 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Sering Diabaikan, Tak Selalu Nyeri Dada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CACING-GELANG-Ilustrasi-cacing-gelang.jpg)