Minggu, 7 Juni 2026

Kesehatan

Cuaca Lagi Panas Ekstrem, Dokter Sarankan Perbanyak Minum, Jangan Tunggu Haus

Fenomena panas ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:
Editor: Amirullah
SVETLANASOKOLOVA/FREEPIK.COM
Trik Sehat saat Panas Ekstrem, Perbanyak Minum, Jangan Tunggu Haus 

“Anak-anak, lansia, ibu hamil, juga orang dengan penyakit kronis seperti hipertensi, jantung, atau diabetes ini berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat stres panas,” ungkapnya.

Dicky mengingatkan, fenomena panas ekstrem harus menjadi peringatan nyata tentang kondisi lingkungan perkotaan yang semakin tidak sehat. 

“Sekali lagi, fenomena panas ekstrem ini adalah peringatan nyata dari dampak perubahan iklim dan kondisi lingkungan perkotaan kita yang makin nggak sehat,” tegasnya.

Saran Ahli: Perbanyak Area Hijau di Kota

Selain langkah individu, ia juga menyoroti perlunya perlindungan lingkungan yang lebih luas. 

Salah satu langkah penting adalah memperbanyak area hijau di wilayah perkotaan.

“Perbanyak area hijau, jadi hutan-kota, pepohonan di sekitar rumah. Ini sangat penting karena vegetasi membantu menurunkan suhu lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum ramah lingkungan seperti bus listrik. 

“Karena sekali lagi kendaraan pribadi itu memicu emisi panas dan polutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dicky menilai pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan sistem peringatan dini terhadap gelombang panas dan meningkatkan literasi publik terkait penanganan heatstroke.

“Pemerintah dan dinas kesehatan perlu melakukan semacam early warning system atau sistem peringatan dini terhadap gelombang panas. Juga literasi publik tentang tanda-tanda heatstroke dan penanganan awal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa selain adaptasi individu, langkah mitigasi jangka panjang seperti penghijauan, tata kota ramah iklim, dan pengendalian polusi udara menjadi kunci menghadapi ancaman panas ekstrem di masa depan.

“Maka, selain langkah-langkah adaptif di tingkat individu, kita juga perlu langkah mitigasi jangka panjang seperti penghijauan dan pengelolaan tata kota yang ramah lingkungan,” pungkas Dicky.

Menurutnya, kawasan perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya menyimpan panas lebih lama karena banyaknya permukaan beton dan aspal serta minimnya ruang hijau. 

“Kondisi di mana kawasan perkotaan menyimpan panas lebih lama karena banyaknya beton, aspal, dan juga minimnya vegetasi atau hutan. Ini yang hutan-kotanya minim sekali,” katanya pada Tribunnews, Kamis (16/10/2025). 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trik Sehat saat Panas Ekstrem, Perbanyak Minum, Jangan Tunggu Haus

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved