Sabtu, 11 April 2026

17 Juli 2019 Ini, Terjadi Gerhana Bulan Istimewa Bagi Aceh, Begini Penjelasannya

Dinyatakan gerhana parsial, karena saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra).

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Ilustrasi gerhana bulan total 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Gerhana bulan sebagian (parsial) akan terjadi pada Rabu (17/7/2019) dini hari.

Fenomena alam gerhana bulan kai ini istimewa bagi Aceh.

Alasannya, karena di Aceh, gerhana yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut bisa disaksikan dari awal hingga akhir.

Sedangkan daerah lain di Indonesia, hanya berkesempatan melihat saat proses awal terbit, tapi tidak akan bisa menyaksikan gerhana hingga selesai, dikarenakan sudah keluarnya matahari.

Dosen Ilmu Falak pada Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail SSy MA, menjelaskan gerhana pada 17 Juli 2019 ini adalah gerhana bulan parsial.

Baca: Perbedaan Spesifikasi Samsung Galaxy M40 & A60, Harganya Sama-sama Rp 4 Jutaan: Ketahui sebelum Beli

Baca: 5 Kisah Calon Haji di Balik Niat Sujud di Tanah Suci, Simpan Uang di Koper hingga Menabung 30 Tahun

Baca: Tak Banyak yang Tahu, Ini Manfaat Daun Mangga bagi Kesehatan, Dapat Digunakan Untuk Kontrol Diabetes

Dinyatakan gerhana parsial, karena saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra).

“Secara global, gerhana ini dapat dilihat di Afrika, Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Australia,” katanya

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, gerhana mulai terlihat pukul 03.02 WIB.

Ditandai saat piringan bulan mulai bersentuhan dengan bayang umbra bumi berwarna hitam.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 04.31 WIB, dimana sebagian piringan bulan sudah memasuki puncak tertinggi dalam bayangan umbra bumi,

“Secara kasat mata, saat itu, setengah piringan bulan sudah berwarna hitam,” katanya.

Sedangkan akhir gerhana terjadi pada pukul 06.00 WIB, dimana piringan bulan terlepas dari bayangan umbra bumi.

“Secara kasat mata, bulan sudah terlihat bersinar dengan sempurna lagi. Jadi intinya, di Aceh, gerhana akan terlihat dari awal terjadi hingga berkahir nantinya,” demikian Tgk Ismail.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved