Berita Aceh Tengah
Cerutu Gayo Diluncurkan 3 Desember, Surga Bagi Penikmat Cerutu dan Kopi
Jika berwisata ke dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah, para wisatawan tidak hanya dimanjakan oleh aroma kopi Gayo yang tersohor ke manca negara...
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Jika berwisata ke dataran Tinggi Gayo Aceh Tengah, para wisatawan tidak hanya dimanjakan oleh aroma kopi Gayo yang tersohor ke manca negara. Melainkan juga bisa menikmati harum tembakau Gayo yang sudah diolah menjadi cerutu atau cigar. Tentu saja ini untuk para penikmat nikotin.
Cerutu Gayo akan diluncurkan ke publik dengan merk "Gayo Montain Cigar" atau GMC pada 3 Desember 2020 mendatang di Galeri Kopi Indonesia, Kayu Kul, Pegasing, Aceh Tengah.
"Desember ini akan kami isi dengan meluncurkan cerutu Gayo, satu-satunya produksi olahan dari tembakau Gayo," kata Salmy, pemilik GMC dan mengolah sendiri karya olahannya tersebut, Senin (30/11/020).
Salmy menceritakan bahwa GMC sudah memperoleh izin untuk dipasarkan secara luas.
"Yang saya kerjakan ini adalah karya budaya terkait dengan tembakau," ujar Salmy yang juga mendirikan usaha Galeri Kopi Indonesia bersama putranya Sahru Gayo,usaha agrowisata berbasis kopi.
Gayo Mountain Cigar menggunakan tembakau Gayo yang tumbuh di dataran tinggi Gayo. Salmy menyebutkan sejumlah keunggulan tembakau Gayo, antara lain kadar nikotin yang rendah, aroma yang harum dan memiliki karakter rasa yang khas. "Penikmat ceruti pasti bisa membedakannya," urai Salmy.
Ia mengatakan di Gayo terdapat sepuluh varietas tembakau lokal yang bisa dikembangkan lebih jauh.
"Alam Gayo selain kaya dengan kopi juga tebakau dan pinus mercusi, ketiga hasil.alam ini dituangkan dalam hymne Gayi, Tawar Sedenge karya komponis AR. Moese," sebut Salmy.
..engonko so tanoh Gayo/si megah mureta dele/rum batang nuyem si ijo, kupi, bako..e..//" artinya "lihatlah itu tanah Gayo/megah harta melimpah/dengan pinus yang hijau, kopi, dan tambakau...//.
Cerutu Salmi sudah mulai dikenal di daerah dan luar daerah. Beberapa pengusaha dan penikmat cerutu banyak melirik cerutu GMC itu. Antara lain pemilik jaringan usaha Jambo Kupi Jakarta, TA. Rahman Alba, yang memesan beberapa batang cerutu milik Salmy.
Cerutu olahan Salmy dibuat sendiri di rumahnya, bersebelahan dengan tempat usaha kopi miliknya, "Galeri Kopi Indonesia" di Kayu Kul, Pegasing Aceh Tengah. Cerutu hasil racikan Salmy berhasil menciptakan enam varian rasa buah, diproduksi dalam berbagai ukuran.
Ia terus melakukan keras untuk mendapatkan rasa dan tampilan yang unik.
Varian rasa yang saat ini sudah terwujud adalah rasa nangka, pisang, alpukad, kopi dan lain-lain.
Salmy, pemegang empat sertifikat pemandu wisata nasional dan regional Asean, optimis bahwa usaha cerutu yang ditekuninya akan membuahkan hasil yang baik. Saat ini, setiap 10 hari dia baru menghasilkan 1000 batang cerutu, yang dia olah dan racik sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/salmy-kiri-kreator-cerutu-gayo.jpg)