Sabtu, 11 April 2026

Kupi Beungoh

Pemimpin yang Takut pada Allah tidak akan Menipu Rakyatnya

Yang ingkar janji itu, mereka adalah orang-orang munafik, jadi sangat berbahaya meremehkan janji yang sudah dibuat. Coba kita lihat, dimana tempat ora

Editor: Ansari Hasyim
IST
Dr Ainal Mardhiah SAg MAg 

Oleh: Dr Ainal Mardhiah SAg MAg*)

SEKARANG ini adalah masa-masa yang sangat penting bagi partai politik, calon anggota dewan, calon pemimpin negeri untuk melakukan konsolidasi internal maupun eksternal, melakukan berbagai lobi politik di tingkat rendah sampai lobi politik ke tingkat tinggi.

Lobi politik menurut kamus bahasa Indonesia adalah bentuk partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi pejabat pemerintah atau pemimpin politik dengan tujuan mempengaruhi keputusan tentang suatu masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang.

Lobi politik ini sangat penting, karena akan menentukan peluang menang atau tidaknya masing-masing partai atau calon dalam pertarungan politik di pemilu yang akan datang tahun 2024.

Upaya konsolidasi ini, dapat kita lihat setiap hari, bahkan setiap waktu diberitakan di berbagai media sosial baik yang cetak mau media online.

Kita lihat pada masa menjelang pemilihan umum saat ini, kita sudah bisa mendengar bisikan calon dewan, calon kepala daerah, janji-janji mereka kepada rakyat.

Tiba waktunya kampanye, semakin terdengar dengan keras, dan lantang, dengan teriakan membahana, bumi dan langit menjadi saksi janji mereka kepada rakyat jika terpilih.

Setelah terpilih, janji-janji itu menguap begitu saja bagi sebagian mereka, seolah tidak pernah ada, menguap menghilang sampai tidak berbekas. Hanya sebagian kecil yang berusaha menepati janji, sebagian lainnya tidak peduli, lupa.

Mereka yang berusaha menepati janji, mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah, mereka adalah orang yang beriman.

Janji-janji politik

Janji politik calon anggota dewan, calon pemimpin yang sering kita dengar saat kampanye sangat banyak, sebagiannya dapat kita simpulkan bahwa calon anggota dewan, atau calon pemimpin daerah biasanya ketika kampanye berjanji kepada rakyat, kepada peserta kampanye, kepada kader mereka.

Apabila nanti mereka terpilih menjadi anggota dewan atau menjadi pemimpin suatu daerah atau negara, akan peduli terhadap rakyat, akan mengutamakan kepentingan rakyat, akan mensejahterakan rakyat, akan melakukan berbagai perubahan diberbagai bidang kehidupan demi kepentingan rakyat, akan membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat, demikian lebih kurang inti sebagian janji politik pada saat kampanye.

Baca juga: Warga Gampong Baro Keluhkan Limbah dalam Forum Jumat Curhat Bersama Kapolres Pidie

Dalam perjalanannya setelah mereka terpilih, dapat kita lihat kehidupan mereka semakin sejahtera dalam berbagai hal, ini dapat kita lihat informasinya di media sosial seperti jumlah harta, fasilitas, penampilan diri dan anggota keluarga, gaya hidup, atau lainnya.

Berbanding terbalik dengan keadaan rakyat yang memilihnya, yang membelanya, yang memperjuangkannya, yang menghabiskan waktu untuk kepentingannya, tetap seperti biasa.

Sebagian besar tetap hidup dalam kesulitan, sulit mencari pekerjaan meski memiliki ijazah lulusan PT, membuka usaha tapi sulit pembeli karena taraf kesejahteraan hidup rakyat rendah, kemampuan membeli sangat minim, rakyat harus belajar hidup prihatin. Rakyat tetap sulit mencari makan, biaya hidup mahal, semua kebutuhan mahal, intinya pekerjaan sulit sementara semua kebutuhan hidup serba mahal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved