Berita Banda Aceh
PKB Aceh Besar Buka Peluang Koalisi di Pilkada
Tgk Musannif Sanusi SE SH mengatakan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan sejumlah partai untuk berkoalisi pada Pilkada 2024.
“Namun belum ada partai yang mengerucut soal koalisi.” Musannif Sanusi, Bacalon Bupati Aceh Besar dari PKB
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bakal calon (bacalon) Bupati Aceh Besar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tgk Musannif Sanusi SE SH mengatakan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan sejumlah partai untuk berkoalisi pada Pilkada 2024.
Bahkan beberapa partai sudah bertemu hingga dua tiga kali membahas hal tersebut. "Namun belum ada partai yang mengerucut soal koalisi," kata Musannif saat menjadi narasumber program Serambi Spotlight bertajuk ‘Meneropong Koalisi Pilkada Aceh Besar’ yang dipandu News Manajer Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Rabu (24/4/2024).
Untuk diketahui, partai politik atau koalisi partai politik bisa mengajukan pasangan calon bupati Aceh Besar apabila memenuhi syarat minimal yaitu enam kursi DPRK.
Hasil Pemilu lalu, PKB Aceh Besar berhasil mengamankan enam kursi parlemen. Dengan modal tersebut, PKB bisa mengaju calon sendiri.
Partai tersebut telah mempersiapkan Musannif Sanusi sebagai bakal calon bupati. Pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee itu juga sudah mulai bekerja.
Meski PKB sudah cukup kursi untuk mengusung calon sendiri pada Pilkada, terang Mussanif, namun dengan adanya kebersamaan dan koalisi tentu akan lebih mudah membangun Aceh Besar yang lebih baik di masa yang akan datang.
Selain PKB yang bisa mengusung calon sendiri, sebut Musannif, PAN juga bisa mengusung calon sendiri karena menjadi partai pemenang di Aceh Besar setelah meraih 8 kursi dan disusul PA 7 kursi.
Sementara ada PKS hanya mendapat 5 kursi. "Ini tentu akan kita bicarakan dengan partai yang besar juga, punya kursi besar bersama PKB, di ceruk yang sama juga karena sama-sama partai Islam, kita coba lobi. Apalagi ada koalisi Anies yang lalu, kita berupaya mendapatkan kawan yang selama ini seiring sejalan," ungkap Musannif.
Di luar itu, ada Demokrat dan NasDem dengan masing-masing 3 kursi. Khusus untuk NasDem, upaya melanjutkan koalisi yang ada sampai ke daerah rencananya akan terus dibangun ke depan.
Kemudian ada PBB dan Golkar yang masing-masing meraih dua kursi. Selanjutnya ada PPP yang pernah menjadi rumah besar bagi Musannif dulunya. "Kalaupun kita pernah berbeda pendapat, dalam politik kan hal biasa. Saya sudah jumpai pimpinan PPP agar bisa mendapat dukungan dari PPP," ungkap Musannif.(rn)
Juga Dekati Partai Non Parlemen
Tak hanya partai peraih kursi parlemen, Musannif mengaku juga mendatangi partai yang tidak mendapat kursi untuk membangun koalisi.
Seperti Partai Gerindra yang pada Pemilu lalu gagal meraih kursi. "Kita butuh dukungan karena partai penguasa di Jakarta ya Gerindra," ujar Musannif.
Selain itu, pihaknya juga sudah meminta dukungan ke Partai Adil Sejahtera (PAS) dan PDA. Walau kabarnya PDA sudah punya calon independen yang bakal didukung dari luar. "Tetapi saya akan tetap berupaya untuk bertemu dengan pimpinan di PDA," pungkasnya.(rn)
| Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM |
|
|---|
| MTsN 1 dan MAN 1 Banda Aceh Juara Umum PASCAL XIV |
|
|---|
| Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Bertambah, Modus Invoice Fiktif Rugikan Negara Rp 14 Miliar |
|
|---|
| Realisasi APBA 2026 Baru Sebatas Bayar Gaji & Tunjangan ASN, Yah Fud Singgung Program Rehab Rekon |
|
|---|
| Yah Fud ungkap Realisasi APBA 2026 Baru Sebatas Bayar Gaji dan Tunjangan ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-H-Musannif-Sanusi_selaku-ketua-yayasan-Dayah-Darul-Ihsan-Abu-Krueng-Kalee_.jpg)