Kesehatan
Waspada Diabetes pada Usia Muda, Lima Ciri Klasik Ini Sering Diabaikan? Sering Lapar dan Haus
Penyakit ini sering dianggap hanya menyerang orang dewasa. Padahal, diabetes juga bisa terjadi pada kelompok usia muda.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Waspada Diabetes pada Usia Muda, Lima Ciri Klasik Ini Sering Diabaikan? Sering Lapar dan Haus
SERAMBINEWS.COM - Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa).
Penyakit ini sering dianggap hanya menyerang orang dewasa. Padahal, diabetes juga bisa terjadi pada kelompok usia muda.
Untuk itu, penting sekali mengenali ciri-ciri diabetes pada usia muda.
Dengan mengenali tanda-tanda diabetes sedini mungkin, pengobatan pun bisa segera dilakukan guna mencegah komplikasi.
Ketua Perkumpulan Endokronologi Indonesia Cabang Aceh, Dr dr Hendra Zufry SpPD K-EMD FINASIM turut mengungkap beberapa ciri diabetes pada usia muda.
Hal tersebut disampaikan dr Hendra saat menjadi narasumber Serambi Spotlight yang tayang di kanal YouTube Serambinews.com, dipandu host Bukhari M Ali, News Manajer Serambi Indonesia, Rabu (10/7/2024).
Awalnya Hendra mengatakan penyakit diabetes di Indonesia terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan, termasuk di Aceh.
Adapun angka yang dipublikasikan perhimpunan diabetes dunia, Indonesia mempunyai prevalensi 10,9 persen penderita diabetes.
"Jadi kalau dari 275 juta penduduk Indonesia, berarti sekitar 20 jutanya penderita diabetes, diantaranya itu hanya 24 persen yang terdiagnosis," ujarnya.
Sementara berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023, penderita diabetes di Aceh berada pada posisi kelima se-Indonesia, di bawah Gorontalo, Sulawesi Utara, Banten dan Jawa Timur.
Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh itu menerangkan, kondisi ini terus memperihatinkan tak hanya dari tingginya penderita diabetes, tetapi juga kondisi pasien diabetes yang kian memburuk.
Ia menyebutkan, hampir 80 persen pasien diabetes terpantau masuk dalam kategori buruk dan komplikasi.
"80 persen pada kategori terpantau buruk, karena capaian kadar gula rata-rata 9,4. Banyak pula dari mereka datang dengan 74 persen kondisi sudah komplikasi. Jadi bukan saja gulanya yang tinggi, tapi sudah komplikasi. Lalu 94 persen biaya yang dikeluarkan untuk mengobati pasien diabetes, bukan untuk mengobati menurunkan gulanya tapi hanya mengobati komplikasi yang muncul, jadi bisa dibilang diabates ini penyakit yang banyak dan menghabiskan biaya yang tinggi," papar dokter spesialis penyakit dalam konsultan Endokrin itu.
Karenanya, penting sekali mengontrol asupan kadar gula yang masuk ke tubuh.
| Jarang Disadari! Pola Makan Berulang Bisa Bikin Berat Badan Turun Lebih Cepat? |
|
|---|
| Rahasia Kulit Lebih Sehat, 5 Manfaat Kolagen untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya |
|
|---|
| 9 Penyebab Kolesterol Tinggi di Usia Muda, Diam-diam Bisa Picu Penyakit Jantung |
|
|---|
| 9 Buah untuk Kulit Cerah Alami, Bikin Wajah Lebih Sehat dan Glowing dari Dalam |
|
|---|
| Makanan Sehat untuk Usus Ternyata Bisa Picu Risiko Jantung, Ini Penjelasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-dr-Hendra-Zufry.jpg)