Minggu, 19 April 2026

Ramadhan

Ini Tata Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan, Jangan Diabaikan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, salah satunya dengan menunaikan puasa

|
Editor: Nur Nihayati
Chat GPT
ILUSTRASI PUASA - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan amalan pensucian jiwa (tazkiyah) yang memperkuat ketakwaan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Puasa qadha Ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan untuk mengganti hari-hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
  • Umat Islam yang memiliki utang puasa hendaknya segera menggantinya agar tidak menumpuk sebelum datangnya Ramadhan.
  • Memperbanyak ibadah. Agar puasa lebih bermakna, dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.  

 

SERAMBINEWS.COM - Bulan suci Ramadhan 1447 H akan segera tiba. 

Bagi anda yang memiliki utang puasa di tahun lalu segera membayarnya. Itu kewajiban harus dilakukan.

Menunaikan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi ummat islam.

Maka itu jangan dilewatkan amalan wajib ini setahun sekali.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, salah satunya dengan menunaikan puasa qadha Ramadhan bagi yang masih memiliki utang puasa.

Puasa qadha wajib dilakukan sebagai pengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena uzur syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.

Puasa qadha Ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan untuk mengganti hari-hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan.

Kewajiban ini dapat dilakukan kapan saja setelah Ramadhan hingga sebelum masuk Ramadhan berikutnya.

Dengan niat yang benar dan pelaksanaan sesuai tuntunan, ibadah ini akan menjadi sah dan berpahala.

Oleh karena itu, umat Islam yang memiliki utang puasa hendaknya segera menggantinya agar tidak menumpuk sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.

Melansir laman Baznas, simak inilah niat Puasa Qadha Ramadhan lengkap dengan dalil dan tata caranya:

Lafal Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat adalah salah satu syarat sah dalam menjalankan puasa qadha.

Berikut adalah bacaan niat puasa qadha Ramadhan:  

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala."

Dalil Kewajiban Puasa Qadha Ramadhan

Kewajiban mengqadha puasa Ramadhan ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Selain itu, terdapat hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menegaskan praktik qadha puasa:

“Aku mempunyai utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bolehnya mengqadha puasa hingga menjelang Ramadhan berikutnya, selama tidak melewati batas waktu tanpa uzur.

Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan
Membaca niat sebelum fajar. Puasa qadha harus diawali dengan niat yang jelas dan dilakukan sebelum waktu subuh.  
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga maghrib.  
Memperbanyak ibadah. Agar puasa lebih bermakna, dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.  
Berbuka puasa saat maghrib tiba dengan makanan yang halal dan diawali dengan doa berbuka puasa.  

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Jelang Ramadhan, Berikut Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap dengan Dalil

Berita terkait lainnya tentang Puasa Ramadhan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved