Senin, 11 Mei 2026

Ramadhan 2026

Puasa Ramadhan Sudah Dekat, Begini Tata Cara dan Doa Sahur Dianjurkan Rasulullah SAW

Ketika sahur, muslim dapat membaca doa sahur agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
makassar.tribunnnews.com
Ilustrasi puasa 

Artinya: "Semoga Allah merahmati orang-orang yang sahur."

Baca juga:  Doa Niat Puasa Qadha Ramadhan, Muslim Wajib Ganti Utang Puasa

اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ
Allahumma inni laka shumtu wa bika amantu wa ‘alayka tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu, faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu.

Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Maka, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”

Dalil Tentang Anjuran Sahur
Kelurahan Kemadang di Kabupaten Gunungkidul menjelaskan beberapa dalil Al-Quran dan hadis yang menyebutkan anjuran untuk sahur.

1. QS. Ali Imran Ayat 17
“Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)

Ayat ini menggambarkan keutamaan waktu sahur sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk beribadah, khususnya beristighfar.

Sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum puasa, tetapi juga momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan permohonan ampun.

2. QS. Adz-Dzariyat Ayat 18
“Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. QS. Adz-Dzariyat: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa waktu sebelum fajar—yang bertepatan dengan waktu sahur—memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.

Allah SWT memuji hamba-hamba-Nya yang memanfaatkan waktu tersebut untuk beristighfar dan memperbanyak amal kebaikan.

Dalam konteks puasa, sahur menjadi pintu pembuka untuk meraih keutamaan ini. Orang yang bangun sahur berarti telah menempatkan dirinya pada waktu istimewa yang jarang dimanfaatkan banyak orang karena masih terlelap tidur.

3. QS. Al-Baqarah Ayat 187
“…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menjadi dasar waktu sahur dalam Islam. Allah SWT memperbolehkan umat Islam untuk makan dan minum hingga terbit fajar, yang menandai masuknya waktu Subuh sekaligus dimulainya puasa.

Istilah “benang putih dan benang hitam” adalah perumpamaan yang menggambarkan jelasnya perbedaan antara cahaya fajar dan gelapnya malam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved