Sabtu, 25 April 2026

Amalan Bulan Syaban

Malam Nisfu Syaban, Kesempatan Emas Intropeksi dan Simak Amalan Dianjurkan

makna Nisfu Syaban adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri sebagai bekal menyambut Ramadan.

Editor: Nur Nihayati
Tribunnews
Nisfu Syaban- Amalan malam nisfu syaban yang dianjurkan bagi ummat islam. 

Ringkasan Berita:
  • Makna Nisfu Syaban adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri sebagai bekal menyambut Ramadan.
  • Nisfu Syaban adalah malam tanggal 15 bulan Syaban dalam kalender hijriah yang dipandang sebagai momen penuh rahmat, ampunan, dan persiapan menuju Ramadan.
  • Umat Islam memaknainya sebagai kesempatan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh agar lebih siap menyambut bulan suci.

 

 

SERAMBINEWS.COM - Nisfu Syaban adalah malam tanggal 15 bulan Syaban dalam kalender hijriah yang dipandang sebagai momen penuh rahmat, ampunan, dan persiapan menuju Ramadan.

Umat Islam memaknainya sebagai kesempatan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh agar lebih siap menyambut bulan suci.

Singkatnya, makna Nisfu Syaban adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri sebagai bekal menyambut Ramadan. 

Banyak riwayat menyebutkan bahwa Allah mengampuni dosa hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, kecuali bagi orang yang masih menyimpan kebencian atau permusuhan.

Malam Nisfu Syaban merupakan malam yang diyakini dapat membawa berkah pada tanggal 15 Syaban dalam penanggalan kalender Hijriah atau kalender Islam.

Kementerian Agama Jawa Barat menjelaskan, salah satu peristiwa penting di bulan Sya’ban adalah perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.

Selain itu, Syaban merupakan bulan yang dapat dimanfaatkan untuk melatih diri dengan berpuasa sunah, sebelum menunaikan puasa wajib pada bulan Ramadhan.

Keyakinan bahwa bulan Syaban membawa berkah didasarkan pada hadis:

“Jika ada malam Nishfu Sya’ban maka dirikanlah (ibadahlah) di malamnya dan puasalah di siang harinya.” (HR. Ibnu Majah)

Muhammadiyah berpendapat hadis tersebut dinilai dhaif (lemah) karena salah satu rawinya yang terkenal sebagai pemalsu hadis, sehingga hadis-hadis yang diriwayatkannya tidak dapat dijadikan hujah.

Para ulama berpendapat tidak ada ibadah tertentu yang dikhususkan pada bulan Syaban, namun muslim boleh memanjatkan doa-doa baik dan meningkatkan ibadah sunah selama Syaban, seperti puasa sunah Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa Daud.

Anjuran ini didasarkan pada hadis berikut:

Dari Siti Aisyah ra berkata: “Rasulullah berpuasa hingga kami menyangka Ia berbuka, dan berbuka hingga kami menyangka Ia tidak berpuasa dan aku tidak pernah melihat Rasul menyempurnakan puasanya satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Rasul memperbanyak puasanya daripada berpuasa di bulan Sya’ban”. (HR. Muslim dan Bukhari)

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved