Senin, 25 Mei 2026

Ini Tata Cara dan 4 Hal Dilakukan Sujud Sahwi

Sunah ab'ad adalah amalan yang sangat dianjurkan, tetapi jika lupa atau sengaja ditinggalkan, salatnya tidak batal dan disunahkan

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Tribunnews
Ilustrasi Seorang sedang shalat - Ilustrasi mengerjakan sholat dan informasi terkait tata cara menunaikan sujud sahwi. 
Ringkasan Berita:
  • Sujud sahwi biasanya dilakukan untuk menambal kekurangan atau kesalahan dalam salat karena lupa, seperti salah atau kurang dalam bacaan doa ketika salat hingga ragu jumlah rakaat salat.
  • Adapun, sujud sahwi adalah sujud yang sunah dilakukan pada tasyahud akhir setelah membaca doa tasyahud dan salawat serta sebelum memberi salam.
  • Sunah ab'ad adalah amalan yang sangat dianjurkan, tetapi jika lupa atau sengaja ditinggalkan, salatnya tidak batal dan disunahkan

 

SERAMBINEWS.COM - Dalam menunaikan ibadah sholat kadangkala seseorang lupa bilangan rakaat.

Maka itu menjadi salah satu cara mengatasi dengan melakukan sujud sahwi.

Itu merupakan salah satu hal diperbolehkan menambalnya dengan sujud sahwi.

Namun demikian perlu diketahui dengan sejumlah informasi berikut ini.

Adapun, sujud sahwi adalah sujud yang sunah dilakukan pada tasyahud akhir setelah membaca doa tasyahud dan salawat serta sebelum memberi salam karena telah melakukan salah satu hal yang merupakan sebab sujud sahwi.

Menurut buku Fikih Muslimah yang berjudul asli Hanimlara Mahsus Ilmihal dari Turki, sujud sahwi dilakukan karena empat hal ini:

Meninggalkan salah satu atau sebagian sunah ab'ad

Sunah ab'ad adalah amalan yang sangat dianjurkan, tetapi jika lupa atau sengaja ditinggalkan, salatnya tidak batal dan disunahkan diganti dengan sujud sahwi.

Dalam perkara ini, sunah ab'ad yang dimaksud karena tidak membaca doa qunut atau tidak membaca salawat ketika qunut.

Baca juga: Ini Sederet Amalan Sebelum Datang Ramadhan, Ziarah Kubur hingga Saling Memaafkan

Melakukan hal-hal yang bisa membatalkan salat

Seseorang dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi jika melakukan hal-hal yang bisa membatalkan salat ketika dilakukan dengan sengaja dalam keadaan lupa.

Contohnya seperti makan atau minum atau bicara yang sedikit.

Melakukan rukun atau sunah qauli (bacaan salat) bukan pada tempatnya
Ketika seseorang melakukan rukun atau sunah qauli bukan pada tempatnya, selain salam dan takbiratul ihram, maka dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.

Contohnya, membaca surat Al-Fatihah saat sujud atau duduk di antara dua sujud, maka disunahkan untuk melakukan sujud sahwi.

Melakukan rukun fi'li disertai keraguan dan ada kemungkinan bertambah dari yang semestinya
Seseorang disunahkan melakukan sujud sahwi jika ragu atau lupa berapa jumlah rakaat salatnya.

Tata Cara dan Doa Sujud Sahwi

Sujud sahwi dilakukan ketika seseorang selesai membaca doa tasyahud dan salawat serta sesaat sebelum memberi salam dengan berniat melakukan sujud Sahwi sebanyak dua kali sujud.

Hal tersebut dilakukan sebagaimana sujud yang dilakukan setiap rekaat, yaitu diselingi oleh duduk di antara dua sujud, lalu memberi salam.

Ketika sujud, seseorang disunahkan membaca doa berikut ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
Subhâna man lâ yanâmu wa lâ yashu

Artinya: “Mahasuci Allah Zat yang tidak tidur dan tidak lupa.”

Apabila lupa melakukan sujud sahwi sebelum salam, sujud sahwi boleh dilakukan setelah salam selama belum terjeda oleh waktu yang lama, kemudian dilanjutkan dengan salam kembali.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), ada beberapa pendapat ulama terkait waktu atau tempat pelaksanaan sujud sahwi.

Namun, menurut Imam An-Nawawi, pendapat yang paling kuat menyatakan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam dan dilakukan dengan dua kali sujud.

Di antara dua sujud tersebut diselingi dengan duduk iftirasy atau duduk seperti duduk tahiyat awal, yakni dengan menegakkan telapak kaki kanan dan membaringkan telapak kaki kiri. 

Berikutnya, setelah melakukan sujud kedua hingga salam dianjurkan untuk duduk dengan posisi tawarruk atau duduk seperti duduk tahiyat akhir, yakni telapak kaki kiri diselipkan ke bawah kaki kanan dan telapak kaki kanan ditegakkan. 

Sebagai pengingat, untuk menghindari lupa bilangan rakaat shalat, dianjurkan sebelum menunaikan shalat agar mengosongkan hati dan pikiran dari segala urusan duniawi dan memusatkan perhatian sepenuhnya hanya kepada Allah. Wallahu a’lam.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved