Kamis, 14 Mei 2026

Ramadhan 2026

Ternyata Ramadhan Bisa Pererat Keharmonisan Keluarga, Ini Kata Dr Boyke

Rutinitas sahur dan berbuka puasa menjadi momen penting untuk membangun komunikasi dan kedekatan, terutama antara suami, istri, dan anak.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
YouTube Bincang Bumil
Seksolog dan pakar kesehatan keluarga, Dr Boyke Dian Nugraha, menyebutkan bahwa kebiasaan sahur dan berbuka puasa bersama dapat mempererat hubungan emosional antaranggota keluarga. 

SERAMBINEWS.COM - Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga membawa dampak positif bagi keharmonisan keluarga.

Seksolog dan pakar kesehatan keluarga, Dr Boyke Dian Nugraha, menyebutkan bahwa kebiasaan sahur dan berbuka puasa bersama dapat mempererat hubungan emosional antaranggota keluarga.

Menurut Dr Boyke, Ramadhan menghadirkan lebih banyak waktu kebersamaan yang jarang didapatkan pada bulan-bulan lainnya.

Rutinitas sahur dan berbuka puasa menjadi momen penting untuk membangun komunikasi dan kedekatan, terutama antara suami, istri, dan anak.

“Puasa itu bukan hanya untuk kesehatan saja, tapi juga bisa untuk keharmonisan rumah tangga. Pada saat bulan Ramadan yang suci ini, keluarga lebih sering kumpul, sahur bersama, buka bersama, dan ibadah bersama,” ujarnya dikutip dari YouTube Kacamata dr Boyke Kamis, (26/2/2026).

Ia menjelaskan, kebersamaan tersebut berperan penting dalam memperkuat ikatan emosional.

Baca juga: Dr Boyke Ungkap 4 Penyebab Hubungan Pasutri Turun 50 Persen Saat Ramadan, Bukan Sekadar Faktor Puasa

Aktivitas sederhana seperti makan bersama dapat menciptakan suasana hangat dan meningkatkan rasa saling memiliki di dalam keluarga.

Selain itu, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas hubungan.

Dengan ritme yang lebih teratur dan fokus pada kegiatan ibadah, pasangan suami istri memiliki kesempatan untuk lebih memahami satu sama lain dan membangun komunikasi yang lebih baik.

Dr Boyke juga menekankan bahwa puasa merupakan latihan pengendalian diri, baik secara fisik maupun emosional.

Kemampuan menahan emosi dan menjaga sikap selama Ramadan dapat memberikan dampak positif pada stabilitas hubungan keluarga.

“Puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga menahan emosi, menahan amarah, dan menahan keinginan-keinginan lainnya. Ini adalah latihan mental agar kita menjadi lebih tenang dan lebih damai,” jelasnya.

Baca juga: Ibu Menyusui Boleh Makan Mi Instan? Ini Penjelasan dr Boyke Soal Risiko dan Kebutuhan Protein

Dari sisi kesehatan, puasa juga memberikan manfaat bagi tubuh karena organ pencernaan mendapat waktu untuk beristirahat.

Kondisi ini membantu tubuh bekerja lebih optimal dan menjaga keseimbangan fungsi organ.

Dengan berbagai manfaat tersebut, Ramadhan dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi keluarga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved