Jumat, 17 April 2026

Pertemanan yang Kuat Ternyata Bisa Memperlambat Penuaan dan Menjaga Kesehatan Otak

Hubungan sosial yang hangat dan suportif tidak hanya berdampak pada kebahagiaan emosional, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseha

Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
ILUSTRASI PERSAHABATAN - Foto ilustrasi persahabatan akrab komunitas perempuan yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI Chat GPT, Minggu (8/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Penelitian dari Cornell University menemukan bahwa orang dengan jaringan sosial kuat cenderung mengalami penuaan biologis yang lebih lambat dan memiliki kesehatan otak yang lebih baik.
  • Hubungan sosial yang hangat dapat memengaruhi mekanisme biologis tubuh, termasuk menurunkan peradangan, mengelola hormon stres, serta menjaga fungsi saraf.
  • Manfaat kesehatan dari hubungan sosial bersifat jangka panjang dan muncul dari hubungan yang terus dipelihara sepanjang hidup.

SERAMBINEWS.COM - Hubungan sosial yang hangat dan suportif tidak hanya berdampak pada kebahagiaan emosional, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan otak. 

Penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang kuat dapat memperlambat penuaan biologis, menurunkan risiko penyakit kronis, serta menjaga fungsi kognitif.

Karena itu, menjaga hubungan dengan teman, keluarga, dan komunitas dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan.

Hal ini sesuai hasil penelitian para peneliti di Cornell University yang menunjukkan bahwa kehidupan sosial yang kaya, termasuk hubungan dengan teman, keluarga, dan komunitas, dapat memengaruhi proses penuaan biologis di tingkat sel.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan jaringan sosial yang kuat cenderung memiliki penuaan biologis yang lebih lambat serta kesehatan otak yang lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial terbatas.

Hubungan sosial Bantu Perlambat Penuaan Biologis 

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Akhir Pekan Ini Bertahan, Tapi Melompat Jauh dari Posisi Jumat, Cek Rinciannya

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang hangat dan suportif dapat memengaruhi mekanisme biologis dalam tubuh.  

Salah satunya adalah melalui apa yang disebut sebagai epigenetic clock, yaitu sistem biologis yang berperan dalam mengatur proses penuaan sel.

Profesor psikologi di Cornell University, Anthony Ong menjelaskan, kualitas hubungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang.

“Kelebihan sosial kumulatif berkaitan dengan kedalaman dan luasnya hubungan sosial yang dimiliki seseorang sepanjang hidup,” kata Ong, seperti dikutip Real Simple, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, para peneliti menilai beberapa aspek penting dalam kehidupan sosial seseorang, seperti dukungan emosional dari keluarga, kedekatan dengan komunitas, serta hubungan dengan teman.

“Kami melihat empat aspek utama, kehangatan dan dukungan dari orangtua saat tumbuh besar, keterhubungan dengan lingkungan dan komunitas, keterlibatan dalam komunitas keagamaan, serta dukungan emosional dari teman dan keluarga,” jelas Ong.

Baca juga: BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan di Seluruh Indonesia

Menurut penelitian tersebut, jaringan sosial yang kaya dapat berkaitan dengan tingkat peradangan tubuh yang lebih rendah serta risiko penyakit kronis yang lebih kecil.

Hubungan sosial yang kuat berkaitan dengan kesehatan otak Selain memengaruhi penuaan sel, hubungan sosial juga berperan dalam menjaga kesehatan otak.

Peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial kuat cenderung memiliki usia otak yang lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka.

Hal ini terjadi karena interaksi sosial membantu menjaga fungsi kognitif, merangsang aktivitas mental, serta memberikan dukungan emosional yang penting untuk kesehatan mental.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved