Jumat, 24 April 2026

Amalan dan Doa

Amalan agar Segera Berangkat Haji, Mulai Bersedekah hingga Berbakti pada Orang Tua

Selain mampu secara finansial dan fisik, haji dan umrah juga merupakan panggilan Allah SWT ke Baitullah, sebagaimana

Editor: Nur Nihayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Jamaah haji Aceh berdoa di depan ka'bah usai melaksanakan tawaf, Jumat (2/6/2023). Berikut sejumlah amalan agar segera dapat berangkat haji. 

Rasulullah SAW bersabda, “Keridhaan Allah terletak pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi).

3. Menjaga Silaturahmi
Menjalin hubungan baik dengan keluarga dan kerabat dapat mempererat kasih sayang sekaligus mendatangkan keberkahan rezeki. 

Dukungan dari lingkungan sekitar juga bisa membantu dalam mewujudkan keinginan berhaji.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Mempersiapkan Diri dengan Belajar Ilmu Haji
Sebelum berangkat haji, penting untuk mempelajari manasik haji agar memahami tata cara pelaksanaannya.

Dengan bekal ilmu yang cukup, ibadah dapat dijalankan dengan lebih tertib, lancar, dan khusyuk saat kesempatan berhaji datang.

5. Memperbanyak Bacaan Talbiyah
Bagi yang sangat berharap bisa berhaji, dianjurkan sering membaca talbiyah sebagai bentuk kerinduan dan kesiapan memenuhi panggilan Allah.

بَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka wal mulk laa syarika lak.

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."

Sejarah Disyariatkannya Haji

Menurut penjelasan dalam laman Kementerian Agama Republik Indonesia, ibadah haji telah disyariatkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Awalnya, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, untuk membangun dan meninggikan Ka’bah di Makkah sebagai tempat ibadah.

Setelah itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia agar datang menunaikan haji, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hajj ayat 27.

“Dan berserulah kepada manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (S. Al-Hajj: 27)

Sejak saat itu, ibadah haji mulai dikenal dan dilakukan oleh umat manusia sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Namun, seiring berjalannya waktu, praktik haji sempat mengalami penyimpangan pada masa jahiliah.

Kemudian, syariat haji disempurnakan kembali oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-9 Hijriah, dan beliau sendiri melaksanakan haji yang dikenal sebagai Haji Wada’ pada tahun ke-10 Hijriah.

Sejak itulah tata cara ibadah haji menjadi sempurna dan menjadi pedoman bagi umat Islam hingga sekarang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved