Kamis, 4 Juni 2026

Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Segar, Tidak Bau, dan Nutrisinya Terjaga

Selain soal penyimpanan, pemisahan jenis daging juga penting untuk menjaga higienitas.

Tayang:
Editor: Amirullah
FREEPIK
illustrasi daging qurban - Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Tetap Segar 

SERAMBINEWS.COM - Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Namun di balik melimpahnya daging yang diterima, masih banyak orang yang belum memahami cara menyimpan daging kurban dengan benar.

Padahal, kesalahan kecil saat penyimpanan bisa membuat kualitas daging cepat menurun. Daging bisa berubah warna, mengeluarkan bau tidak sedap, bahkan berisiko terkontaminasi bakteri jika penanganannya keliru.

Tak sedikit pula yang langsung mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas atau freezer. Kebiasaan ini ternyata justru tidak disarankan karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada permukaan daging.

Jika disimpan dengan teknik yang tepat, daging kurban sebenarnya bisa tetap segar lebih lama dan kandungan nutrisinya pun tetap terjaga.

Mulai dari cara memotong daging, memisahkan jenis jeroan, hingga pengaturan suhu penyimpanan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Daging Sebaiknya Dipotong Sesuai Sekali Masak

Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan daging dalam potongan besar di freezer.

Medik Veteriner Madya Distanak Jateng, Anang Yusuf, menyarankan agar daging dibagi menjadi beberapa bagian kecil sesuai kebutuhan memasak.

“Kami sarankan masyarakat membagi daging menjadi potongan-potongan kecil sesuai sekali masak. Jadi tidak perlu keluar masuk freezer terus,” ujar Anang, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, kebiasaan mengambil dan membekukan ulang daging berulang kali dapat memengaruhi kualitasnya.

Saat daging dikeluarkan dari freezer lalu dicairkan atau thawing berkali-kali, kandungan nutrisi di dalamnya bisa menurun.

“Begitu daging keluar dari freezer lalu dilakukan thawing, itu berpotensi menurunkan kadar nutrisi dari daging tersebut,” katanya.

Jangan Langsung Cuci Daging Sebelum Disimpan

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat adalah mencuci daging sesaat setelah diterima. Padahal, daging segar yang masih bersih tidak perlu dicuci sebelum disimpan di lemari pendingin.

Menurut Anang, mencuci daging justru bisa membuat permukaannya lembap dan mempercepat pertumbuhan bakteri.

“Kalau daging dalam kondisi normal dan bersih tidak perlu dicuci. Kecuali jatuh ke tanah atau terkena kotoran,” tuturnya.

Ia menyarankan daging cukup dilap hingga kering sebelum dimasukkan ke wadah penyimpanan.

Pisahkan Daging dan Jeroan

Selain soal penyimpanan, pemisahan jenis daging juga penting untuk menjaga higienitas.

Anang meminta panitia kurban memisahkan antara daging, jeroan merah, dan jeroan hijau saat proses pengemasan.

“Kami sudah meminta panitia untuk memisahkan jenis dagingnya dalam pengemasannya,” tegasnya.

Pokja Kesehatan Masyarakat Veteriner Distanak Jateng, Diana Dwi Ariantie, menjelaskan bahwa jeroan merah seperti hati, paru, limpa, dan ginjal sebaiknya tidak dicampur dengan jeroan hijau seperti usus dan lambung.

Hal itu karena jeroan hijau memiliki risiko lebih tinggi membawa bakteri.

Selain itu, pengemasan daging juga dianjurkan menggunakan wadah food grade seperti plastik bening atau besek bambu.

Daging sapi dan kambing pun sebaiknya tidak dicampur dalam satu kemasan.

Distribusi Daging Jangan Terlalu Lama

Diana mengatakan, daging kurban idealnya segera dibagikan kepada masyarakat setelah proses penyembelihan selesai.

Menurut dia, distribusi daging sebaiknya tidak melebihi empat hingga lima jam karena bakteri bisa berkembang dengan cepat pada suhu ruang.

“Bakteri berkembang sangat cepat. Kalau terlalu lama, kualitas daging bisa menurun dan cepat busuk,” bebernya.

Cara Aman Mencairkan Daging Beku

Bagi masyarakat yang ingin memasak daging keesokan hari, proses pencairan atau thawing juga perlu dilakukan dengan benar.

Diana menyarankan agar daging beku dipindahkan terlebih dahulu dari freezer ke bagian bawah kulkas semalaman sebelum diolah.

Cara tersebut dinilai lebih aman dibanding mencairkan daging langsung di suhu ruang.

“Kalau mau dimasak besok, daging beku dipindahkan dulu ke bagian bawah kulkas semalaman, agar proses pencairannya lebih aman,” katanya.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih awet dan segar, tetapi juga tetap aman dikonsumsi serta kandungan gizinya tetap terjaga.


(Serambinews.com/TribunNewsmaker.com)

Sumber: TribunNewsmaker
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved