Jumat, 12 Juni 2026

Info Haji 2026

Begini Tata Cara Sholat Sunah 2 Rakaat Setelah Pulang Haji

Lalu, amalan apa saja yang dapat dilakukan setelah pulang haji agar kemabruran tetap terjaga?

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Gemini Ai/Gemini AI
ilustrasi shalat perempuan sendiri di rumah buatan Gemini AI, Sabtu (21/3/2026) 

 

SERAMBINEWS.COM - Setelah menunaikan rukun haji, para jamaah di Tanah Suci sudah mulai kembali ke Tanah Air.

Ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual seorang muslim. Justru setelah kembali ke Tanah Air, seorang haji dituntut untuk menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah serta akhlaknya.

Kemabruran haji tidak hanya terlihat saat berada di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelah pulang ke rumah.

Rasulullah SAW bersabda: "Al-hajju al-mabruru laisa lahu jaza'un illa al-jannah." (Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga) (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu, amalan apa saja yang dapat dilakukan setelah pulang haji agar kemabruran tetap terjaga?

Sholat Qudum merupakan sholat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan setelah pulang dari perjalanan jauh (safar).

Sholat sunah ini dianjurkan untuk Muslim yang baru pulang dari perjalanan haji.

Jumlah rakaat sholat sunah qudum yaitu dua rakaat dan dikerjakan sama seperti sholat sunah pada umumnya.

Rasulullah SAW melakukan sholat sunah qudum ketika beliau pulang dari perjalanan jauh.

Pelaksanaan sholat sunah qudum sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dilakukan di masjid.

Dari Jabir bin Abdullah r.a.: "Ketika kami tiba di Madinah setelah perjalanan, Nabi SAW bersabda kepadaku: 'Masuklah ke masjid dan shalatlah dua rakaat.'" (HR. Bukhari)

Dari Ka'ab bin Malik r.a.: "Apabila Rasulullah SAW pulang dari suatu perjalanan pada waktu dhuha, beliau masuk ke masjid lalu melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sholat sunah qudum merupakan salah satu cara untuk bersyukur kepada Allah SWT atas kelancaran dan perlindungan selama dalam perjalanan.

Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustaz Arif Rahman, simak doa dan bacaan sholat qudum.

Tata Cara Sholat Sunah Setelah Pulang Haji

1. Membaca Niat Sholat Qudum

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْقُدُوْمِ مِنَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal quduumi minas safari rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah qudum karena perjalanan (safar) dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Membaca Surat Al-Fatihah

3. Membaca surat pendek

4. Ruku' 

5. Itidal

6. Sujud

7. Duduk di antara dua sujud 

8. Sujud kedua

9. Berdiri untuk melanjutkan sholat rakaat kedua, hingga sujud kedua, lalu duduk Tahiyat/Tasyahud Akhir.

Bacaan Tasyahud Akhir
اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
At-tahiyyaatu lillaahi was-sholawaatu wat-thayyibaatu, Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahis-shoolihiin, Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka Hamiidum Majiid.

Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam."

10. Salam.

Doa Setelah Pulang Haji
اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي بَعْدَ الْحَجِّ وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Allahumma baarik fii hayaatii ba'dal hajji waj'alnii minash shaalihiin.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kehidupanku setelah berhaji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang saleh."

Amalan yang Dapat Dikerjakan Setelah Pulang Haji

Ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan spiritual seorang muslim. Justru setelah kembali ke Tanah Air, seorang haji dituntut untuk menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah serta akhlaknya.

Kemabruran haji tidak hanya terlihat saat berada di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelah pulang ke rumah.

Rasulullah SAW bersabda: "Al-hajju al-mabruru laisa lahu jaza'un illa al-jannah." (Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga) (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu, amalan apa saja yang dapat dilakukan setelah pulang haji agar kemabruran tetap terjaga? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari laman Kementerian Agama dan Muhammadiyah.

1. Memperbanyak Doa dan Mendoakan Orang Lain
Orang yang baru pulang haji dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memintakan ampunan bagi sesama muslim. Bahkan, masyarakat juga dianjurkan meminta doa kepada jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila engkau berjumpa orang yang telah menunaikan ibadah haji, maka ucapkan salam kepadanya, berjabat tangan dengannya, dan mintalah agar ia memohonkan ampunan untukmu, karena ia telah diampuni dosanya." (HR. Ahmad)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa keutamaan meminta doa kepada orang yang baru pulang haji berlaku hingga 40 hari sejak kedatangannya.

2. Menjaga Salat Wajib dan Meningkatkan Ketaatan kepada Allah
Salah satu tanda haji mabrur adalah meningkatnya kualitas ibadah setelah pulang dari Tanah Suci. Salat lima waktu menjadi lebih terjaga, lebih khusyuk, dan semakin disiplin.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45)

Apabila setelah berhaji seseorang semakin rajin beribadah, maka itu merupakan tanda baik bahwa hajinya membawa perubahan positif.

3. Menjaga Lisan dan Membiasakan Berkata Baik
Kemabruran haji tidak hanya dinilai dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari akhlak yang semakin baik.

Rasulullah SAW bersabda: "Haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." Ketika ditanya tentang tanda kemabruran haji, beliau menjawab: "Memberikan makan dan berkata baik." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Karena itu, setelah pulang haji hendaknya menghindari ghibah, fitnah, adu domba, serta perkataan yang dapat menyakiti orang lain.

4. Gemar Bersedekah dan Membantu Sesama
Pengalaman berkumpul dengan jutaan umat Islam di Tanah Suci seharusnya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.

Rasulullah SAW bersabda: "Memberikan makan kepada orang lain dan berkata baik." (HR. Ahmad)

Bentuknya dapat berupa sedekah, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, membantu tetangga, maupun terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

5. Menyebarkan Salam dan Menjaga Kerukunan
Seorang haji hendaknya menjadi pembawa kedamaian di lingkungan tempat tinggalnya.

Rasulullah SAW bersabda: "Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Tirmidzi)

Makna salam tidak hanya mengucapkan salam, tetapi juga menciptakan suasana damai, menjaga persaudaraan, dan menghindari konflik yang dapat memecah belah umat.

6. Menyambung Silaturahmi yang Pernah Terputus
Setelah pulang haji, seorang muslim dianjurkan mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan sahabat.

Rasulullah SAW bersabda: "Sambunglah tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika sebelumnya pernah terjadi perselisihan, maka momen setelah haji dapat menjadi kesempatan yang baik untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan.

7. Menjauhi Maksiat dan Menjaga Kesucian Diri
Salah satu tujuan utama haji adalah membersihkan dosa-dosa seorang muslim.

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berhaji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat maksiat, maka ia kembali seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, setelah pulang haji hendaknya lebih berhati-hati dalam menjaga pandangan, pergaulan, ucapan, dan perbuatan agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan.

8. Membiasakan Qiyamul Lail atau Salat Malam
Salat malam merupakan salah satu amalan yang dapat menjaga kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: "Salatlah pada malam hari ketika manusia sedang tidur." (HR. Tirmidzi)

Membiasakan tahajud, witir, dan berbagai ibadah malam lainnya menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT selama menunaikan ibadah haji.

9. Menjadi Pribadi yang Rendah Hati dan Tidak Sombong
Gelar haji bukanlah untuk dibanggakan atau dijadikan alasan merasa lebih baik dari orang lain.

Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong." (QS. Al-Isra': 37)

Orang yang hajinya mabrur justru semakin tawaduk, menghormati sesama, dan menyadari bahwa semua keberhasilan berasal dari pertolongan Allah SWT.

10. Menjadi Teladan dan Menebarkan Manfaat bagi Masyarakat
Predikat haji mabrur seharusnya terlihat dari manfaat yang diberikan kepada lingkungan sekitar.

Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad)

Seorang haji hendaknya menjadi contoh dalam kejujuran, kesantunan, kepedulian sosial, serta aktif dalam kegiatan yang membawa kebaikan bagi masyarakat.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved