Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Beras Habis, Korban Banjir Singkil Makan Ubi 

Sejumlah korban banjir di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mulai kehabisan stok beras, Sabtu (29/11/2025).

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Korban banjir di perumahan BRR Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mengolah ubi untuk dikonsumsi setelah stok beras habis, Sabtu (29/11/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sejumlah korban banjir di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mulai kehabisan stok beras, Sabtu (29/11/2025). 

Untuk mengganjal perut, mereka memakan ubi kayu yang ditanam warga di sekitar permukiman. 

Korban banjir yang mulai kehabisan stok beras antara lain di jalur 7 perumahan BRR Pulo Sarok, Kecamatan Singkil. 

Mereka membangun shelter darurat dari papan sebagai tempat mengungsi, masak dan tidur selama banjir. 

"Ada sekitar lima KK yang mengungsi dengan membangun tempat darurat dari papan. 

Sudah kehabisan beras terpaksa memakan ubi yang diambil dari punya warga lain," kata Jeki warga Perumahan BRR Pulo Sarok. 

Baca juga: Menembus Air Bah, Para Relawan Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir Singkil

Menurut Jeki, memang ada dapur umum di kantor Desa Pulo Sarok. Akan tetapi bukan pilihan untuk mengambilkan. 

Sebab jaraknya jauh dan harus berjalan melewati banjir. Nahasnya lagi telat sedikit saja sudah habis. 

"Jauh kalau pergi bisa-bisa tidak tersedia lagi," ujarnya. 

Korban banjir di Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, sudah tiga hari terisolasi.

Menyusul putusnya akses jalan provinsi di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara. 

Baca juga: Detik-detik Bupati Aceh Singkil Selamatkan Warga Terjebak Banjir di Pohon Sawit 

Begitu juga dengan jalan alternatif jalur evakuasi tsunami putus di Pea Bumbung. 

Praktis warga Singkil, terisolasi dalam genangan banjir, listrik padam dan komunikasi terputus. 

Sedikit beruntung, Sabtu (29/11/2025) jaringan telekomunikasi yang dilayani operator Indosat, mulai bisa diakses.

Sementara itu bantuan yang dikirim para relawan dengan menembus jalur sungai masih terbatas. 

Kebutuhan paling mendesak korban banjir di Singkil adalah air bersih dan beras.(*)

Baca juga: Tiba di Aceh, Mendagri Turun Langsung Distribusi Bantuan Logistik untuk Korban Banjir

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved