Banjir dan Longsor di Aceh
2.430 KK di Bireuen Mengungsi
Banyak gampong belum terhubung karena akses jalan terputus. Akan tetapi, kita terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. AFWADI
Ringkasan Berita:
- Dampak banjir melanda Bireuen selain putusnya jembatan, dan ratusan rumah hancur
- 2.340 kepala keluarga dari 200 gampong mengungsi ke meunasah, masjid, dan tempat yang aman
- Dandim 0111 Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi Dari Pemkab Bireuen melalui BPBD telah mengirim perahu karet dan tadi pagi sudah dikerahkan personel ke jembatan Kuta Blang karena di sana terjadi titik penumpukan massa.
Banyak gampong belum terhubung karena akses jalan terputus. Akan tetapi, kita terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. AFWADI, Kalak BPBD Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dampak banjir melanda Bireuen selain putusnya jembatan, dan ratusan rumah hancur, data sementara terdapat 2.340 kepala keluarga dari 200 gampong mengungsi ke meunasah, masjid, dan tempat yang aman.
Hal tersebut disampaikan Kalak BPBD Bireuen, Afwadi BA kepada Serambi, Sabtu (29/11/2025), di Posko penanganan korban bencana kompleks Pendopo Bupati setempat.
Data sementara, ekses banjir di 609 gampong dalam 17 Kecamatan di Bireuen semua terdampak. Diantaranya 609 gampong ada 400 desa yang terimbas dan warganya mengungsi di masing-masing gampong dan juga tempat sekitarnya.
Disebutkan, jumlah tersebut masih data sementara karena masih banyak desa terisolir seperti di Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Makmur maupun Gandapura.
Menyangkut bantuan makanan sebagian sudah didistribusikan sejak Kamis sore dan berlanjut pada Jumat (28/11/2025). Kini, akan didistribusikan lagi oleh tim terpadu. Dalam banjir bandang, katanya, data sementara ada lima jiwa warga Bireuen meninggal dunia dan masih terus melakukan pendataan.
“Banyak gampong belum terhubung karena akses jalan terputus. Akan tetapi, kita terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Afwadi menambahkan, sebelum terjadi bencana banjir, upaya dilakukan Pemkab Bireuen melalui BPBD setelah mendapat informasi dari BMKG. Pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui camat dan keuchik untuk kesiapsiagaan menghadapi banjir dari informasi BMKG akan terjadi hujan deras diperkirakan dari 22-26 November 2025.
“Kemungkinan diluar prediksi kita. Luapan banjir yang terjadi ini belum pernah terjadi di Kabupaten Bireuen sehingga banyak masyarakat kurang kesiapsiagaan, dan masih bertahan di rumah sehingga ramai yang terjebak dalam banjir,” ujarnya.
Pada saat terjadi banjir, BPBD, Basarnas, TNI-Polri dan juga relawan serta warga juga membantu evakuasi masyarakat di beberapa titik warga terjebak banjir karena tidak bisa keluar dari rumah dan pemukiman. Sehingga harus dievakuasi ke lokasi aman dengan rubber boat.
Upaya evakuasi oleh tim gabungan terkendala karena banjir melanda 17 Kecamatan air yang tergenang. Bahkan, di badan jalan saja tidak bisa dilalui oleh kenderaan, apalagi dalam gampong.
Sehingga satu-satu cara evakuasi pakai rubber boat selama tiga hari tiga malam berturut-turut sehingga banyak warga yang terselamatkan. Dampak banjir ini kerugian akibat kurusan rumah masyarakat, jalan serta jembatan maupun berbagai fasilitas milik masyarakat, dan sarana umum lainnya ditaksir mencapai triliunan rupiah.(yus)
Sediakan Rakit di Kuta Blang
Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0111 Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi yang sedang di Posko penanganan banjir mengatakan, dalam membantu penanganan korban bencana juga melibatkan personel Kodim 0111 Bireuen, Batalyon 113 Jaya Sakti, Subdenpom 1-1/IM Bireuen, Polres Bireuen, BPBD, SAR, Dinas Sosial dan relawan.
Dijelaskannya, dampak banjir di Kabupaten Bireuen mengalami putus suplai arus Listrik. sehingga pusat sudah mengirim tower sementara untuk bisa tersambung. Juga dari Kodam Iskandar Muda telah ada dukungan dari Perhubungan Kodam untuk pemasangan jaringan star link untuk jaringan internet sementara.
Disampaikan juga, karena seluruh jembatan menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara dan Aceh Tengah sekitarnya putus sepanjang aliran sungai Krueng Peusangan, sehingga pergeseran materil dan personel jadi terhambat.
Banjir dan Longsor di Aceh
2.430 KKK di Bireuen Mengungsi
AFWADI Kalak BPBD Bireuen
Musibah Banjir
Korban Banjir tewas
korban banjir
Pengungsi Korban Banjir Bah
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2430-KK-di-Bireuen-Mengungsi.jpg)