Kamis, 28 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

PLN Bawa 30 Ton Peralatan Tower ke Aceh, Mendagri Tito Pastikan Listrik Segera Normal

PLN telah mendatangkan peralatan vital, dan Mendagri optimistis pemulihan total bisa dilakukan dalam waktu satu minggu.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tribunnews.com
MEMBERI KETERANGAN – Mendagri Tito turut di dampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau lokasi banjir bandang di kawasan Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (29/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah membawa sekitar 30 ton peralatan untuk perbaikan/pengganti jaringan listrik Aceh yang roboh akibat bencana banjir dan longsor.
  • Mendagri Tito Karnavian menyatakan upaya perbaikan jaringan listrik di Aceh yang roboh akibat banjir dan longsor terus dipercepat.
  • PLN telah mendatangkan peralatan vital, dan Mendagri optimistis pemulihan total bisa dilakukan dalam waktu satu minggu.

 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah membawa sekitar 30 ton peralatan untuk perbaikan/pengganti jaringan listrik Aceh yang roboh akibat bencana banjir dan longsor.

Mendagri Tito Karnavian menyatakan upaya perbaikan jaringan listrik di Aceh yang roboh akibat banjir dan longsor terus dipercepat.

PLN telah mendatangkan peralatan vital, dan Mendagri optimistis pemulihan total bisa dilakukan dalam waktu satu minggu.

Hal itu disampaikan Mendagri usai meninjau lokasi banjir bandang di kawasan Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (29/11/2025).

Tito mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan Dirut PT PLN terkait kondisi kelistrikan di Aceh pascarobohnya sejumlah tiang SUTT akibat diterjang banjir

Kondisi tersebut perlu ditangani dengan dibangunnya tower pengganti, yang mana semua peralatannya seberat lebih kurang 30 ton dibawa dari jakarta ke Banda Aceh

“Sudah ada pengiriman ke lokasi, itu hanya satu jalur saja yaitu menggunakan helikopter. Nah helikopternya ini hanya mampu mengangkut 6 ton sedangkan totalnya 30 ton, jadi perlu waktu 5 hari untuk mengangkut, enam ton per hari,” kata Tito.

“Lima hari terus tambah dua hari perbaikan jadi diperkirakan 7 hari insyaAllah hari Sabtu nanti listrik akan jalan. Kalau listrik jalan komunikasi akan lebih mudah,” lanjutnya. 

 Tito menyebut, salah satu penghambat komunikasi di Aceh memang disebabkan oleh kondisi kelistrikan yang belum stabil. Sebab, di Aceh ada dua pembangkit listrik, di Arun dan di Nagan Raya. 

“Yang di Arun ini satu pembangkit ke arah timur, Langsa, itu lancar gak ada masalah. Yang pembangkit menuju ke barat itu, yang menuju ke Banda Aceh termasuk diantaranya adalah Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, ini terdampak banjir. Sehingga lampu masih mati,” ujarnya. 

Sementara untuk Banda Aceh, lanjut Tito, untuk saat ini hanya disupport dari Nagan Raya, sehingga tidak maksimal, karena biasanya disupport dari Arun dan Nagan Raya.

Lebih lanjut, Tito sangat prihatin dengan kondisi banjir yang melanda Aceh. Menurutnya, dampak dari banjir kali ini cukup dahsyat dan begitu terasa bagi masyarakat. 

“Hari ini kami juga memberikan dukungan, bantuan, selain dari Kemendagri, pemerintah provinsi ya, dalam bentuk pangan, pakaian dan lain-lain,” katanya.

 

Baca juga: Banjir Aceh 2025: Bencana Terburuk dalam Dua Dekade, dan Lumpuhnya Sistem Penanggulangan

Dirut PLN Pimpin Pemulihan Listrik di Aceh

 

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dalam beberapa hari lalu turut berdampak serius pada sistem kelistrikan di sebagian besar Aceh.

12 tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV roboh dan rusak.

 
Sehingga memicu padam listrik di sejumlah daerah.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo turun langsung memastikan penanganan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh.

Dirut PLN melepas ratusan petugas gabungan untuk memperbaiki infrastruktur listrik yang rusak parah akibat banjir dan longsor.

Kegiatan ini berlangsung saat apel siaga tim pemulihan yang digelar pada Sabtu (29/11/2025).

Pasukan tanggap darurat dan material perbaikan dikirimkan menuju lokasi terdampak untuk mendirikan kembali menara listrik darurat.

 
Bersama Pemerintah Provinsi Aceh, Kodam Iskandar Muda, Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, dan Polda Aceh, PLN memberangkatkan personel tanggap darurat serta material pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV ke daerah terdampak.

Dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menjelaskan bahwa banjir dan longsor menyebabkan kerusakan berat di 18 dari 23 kabupaten/kota. 

Banyak wilayah masih terisolasi akibat komunikasi terputus dan listrik padam karena sejumlah tower milik PLN roboh.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menjelaskan kerusakan infrastruktur terjadi pada sebagian besar wilayah kabupaten dan kota.

Penduduk di delapan belas daerah tersebut kini terisolasi akibat akses komunikasi terputus dan listrik yang padam.

"Banyak korban, termasuk beberapa kampung dan tempat yang hilang. Sampai sekarang belum tahu statusnya bagaimana. Insyaallah, ini ada bantuan dari pada PLN Aceh dan pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tersalur ya listrik-listrik yang terputus," ujar Muzakir dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Ia juga mengapresiasi langkah cepat PLN dan para pemangku kepentingan yang langsung mengirim bantuan teknis ke lapangan.

Baca juga: Polda Aceh Gandeng SPGG Sediakan Makanan untuk Korban Banjir, Peralatan SAR Juga Dikerahkan

12 Tower SUTT Roboh

Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa banjir dan longsor menyebabkan 12 tower SUTT roboh sehingga suplai listrik ke sejumlah wilayah Aceh terganggu.

 Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan sekitar 500 petugas gabungan dari berbagai unit PLN di seluruh Indonesia.

"Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat," ujar Darmawan.

Ia menjelaskan, mobilisasi material dilakukan tanpa henti. Dengan dukungan Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan BPBD Aceh, distribusi logistik, material tower, hingga bantuan kemanusiaan dilakukan melalui jalur darat maupun udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules TNI.

"Kami kerahkan material set tower dari Jawa dengan pesawat Hercules TNI. Kami juga datangkan para ahli dan tim gabungan. Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim rescue, TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dll.," ucapnya.

PLN membangun sistem operasi kelistrikan terpisah di wilayah Nagan Raya dan Arun untuk memulihkan beban listrik.

Langkah taktis tersebut diambil agar fasilitas layanan publik di daerah terdampak tetap mendapat pasokan energi listrik.

“Kami terus bekerja keras agar masyarakat yang terdampak dapat segera beraktivitas dan listrik kembali pulih. Ratusan petugas di lapangan all out 24 jam nonstop untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini,” kata Darmawan.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Banjir Besar di Aceh Menurut Kementerian ESDM

PLN juga Sediakan Genset

Darmawan menegaskan bahwa PLN akan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh.

Selain membangun tower darurat, PLN juga menyiagakan genset di rumah sakit, bandara, puskesmas, dan kantor pemerintahan.

Lampu darurat turut disalurkan ke rumah ibadah serta lokasi pengungsian.

Saat ini PLN membangun island operation Nagan Raya dengan beban 100 MW dan island operation Arun 16 MW agar sebagian layanan publik tetap mendapat pasokan listrik.

PLN juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak melalui Gubernur Aceh.

“Kita upayakan yang terbaik. Semoga perjuangan ini dimudahkan, semua masyarakat dikuatkan, dan bencana ini bisa kita tangani dengan baik. Semuanya segera pulih kembali seperti sedia kala,” tutup Darmawan.

 

 

Baca juga: Menhan, Panglima TNI, dan Titiek Soeharto Tinjau Korban Bencana Pidie Jaya dan Salurkan Bantuan

Baca juga: BREAKING NEWS - Aceh Timur Lumpuh Total, Warga Terisolir, Krisis Makanan dan Putus Komunikasi

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved