Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang  Semakin Meluas

“Kami khawatir abrasi meluas dalam satu atau dua tahun ke depan pekarangan masjid juga jatuh, sekarang jaraknya tinggal 100 meter lebih, dulunya...

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Abrasi – Tebing sungai kawasan Desa Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng semakin luas, kondisi Jumat (15/5/2026), warga mengharapkan pemerintah membangun penahan tebing sungai. 

Ringkasan Berita:
  • Abrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, Bireuen, semakin meluas pascabanjir. Lebar sungai yang dulunya sekitar 50 meter kini mencapai lebih dari 70 meter, menggerus kebun warga dan bangunan.
  • Ratusan meter kebun warga sudah berubah menjadi aliran sungai.
  • Satu gudang pompa air untuk sawah ambruk ke sungai.
  • Jarak masjid dengan tebing sungai kini tinggal sekitar 100–150 meter, padahal sebelumnya mencapai 200 meter.
  • Sejak belasan tahun lalu, dua masjid sudah rusak akibat abrasi.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pascabanjir abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan di kawasan Desa Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen semakin meluas, lebar sungai dulunya berkisar
50 meter sekarang sudah mencapai 70 meter lebih.

Ratusan meter kebun warga sudah jadi aliran sungai. 

Keuchik Pante Baro Kumbang, Marwan SH kepada Serambinews.com, Jumat (15/5/2026) mengharapkan pemerintah membangun teling atau dinding penahan tebing sungai.

Amatan Serambinews.com di lokasi, abrasi tebing sungai sebelah timur terus meluas, permukaaan sungai meluas, sementara sebelah barat mulai dangkal. 

Beberapa warga setempat mengatakan, abrasi terus meluas dan apabila hujan deras tebing sungai berjatuhan, kebun warga menjadi aliran sungai. 

Satu gudang pompa air untuk memompa air ke sawah juga sudah jatuh. 

“Kami khawatir abrasi meluas dalam satu atau dua tahun ke depan pekarangan masjid juga jatuh, sekarang jaraknya tinggal 100 meter lebih, dulunya mencapai 200 meter,” ujarnya. 

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Badai di Sejumlah Wilayah Aceh, Waspadai Banjir dan Longsor

Keuchik Pante Baro Kumbang, Marwan SH mengatakan, seingatnya sejak belasan tahun lalu sudah dua masjid rusak akibat abrasi dan sekarang abrasi meluas.

Masjid yang ada sekarang hanya berjarak sekitar 150 meter lagi dengan aliran sungai.  

“Sejak belasan tahun lalu sudah dua masjid jatuh dalam sungai ditelan abrasi, kebun juga banyak jatuh,” ujarnya.

Dulunya kata keuchik, aliran sungai bukan di lokasi sekarang, kemudian bergeser sedikit demi sedikit dan semakin meluas ke sebelah timur.

Disebutkan, informasi diperoleh dari dinas terkait di Banda Aceh tidak ada program pemasangan batu gajah di tebing sungai yang ada program pemasangan teling. 

“Kalau teling dipasang dengan teknik tersendiri, pemasangan  sebaiknya  miring agar sehingga abrasi dapat tertahan,” ujarnya. 

Abrasi Sungai

Abrasi Krueng Peusangan tidak saja terjadi di kawasan Desa Pante Baro Kumbang, tetapi menimpa berbagai desa lainnya mulai dari Teupin Raya, Pante Lhong, Blang Mee sampai ke Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen.  

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved