Kesaksian Korban Banjir
Saksi: Air Bah Itu Datang Subuh, Suara Gemuruh dan Teriakan Minta Tolong Terdengar, Gelap Mencekam
Banjir bandang yang melanda Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah meninggalkan kerusakan parah
Ringkasan Berita:
- Zulkifli bercerita saat peristiwa terjadi pada Rabu (26/11/2025) menjelang subuh bahwa suara gemuruh dari arah sungai terdengar jelas hingga menyapu kawasan pemukiman warga di sekitar aliran sungai.
- Akibat bencana ini, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.
- Mereka menumpang di rumah saudara, tetangga, hingga pos-pos pengungsian yang didirikan secara darurat oleh pemerintah kampung.
Laporan Bustami I Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Banjir bandang yang melanda Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah meninggalkan kerusakan parah pada pemukiman warga.
Pantauan di lokasi, Minggu (30/11/2025) sejumlah rumah terlihat luluh lantak setelah diterjang arus deras yang membawa material lumpur dan bebatuan dari hulu.
Kejadian ini membuat warga setempat terpukul karena sebagian besar kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit.
Selain itu, endapan pasir dan bebatuan menutupi rumah-rumah warga serta fasilitas ibadah dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter lebih.
Zulkifli (50) kepala Dusun Kampung Lampahan Timur menyampaikan berdasarkan data yang diperolehnya sekitar 38 rumah warga dan tolo rusak parah hingga terbawa aliran sungai.
"Itu data kami terima baik rumah warga baik di Kampung Lampahan Timur, Barat dan Lampahan induk," ujarnya.
Baca juga: Dramatis, TNI Evakuasi Ibu Melahirkan Korban Banjir Pakai Tandu, Tempuh Medan Sulit dan Terjal
Zulkifli bercerita air bah itu datang pada Rabu (26/11/2025) menjelang subuh diawali suara gemuruh dari arah sungai.
Suaranya terdengar jelas kemudian dalam sekejap menyapu semua kawasan pemukiman warga di sekitar aliran sungai.
Akibat bencana ini, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.
Mereka menumpang di rumah saudara, tetangga, hingga pos-pos pengungsian yang didirikan secara darurat oleh pemerintah kampung.
Tidak sedikit keluarga yang mengungsi tanpa membawa apa pun karena rumah mereka hancur dan tertimbun bebatuan.
"Kondisi malamnya itu mencekam, warga saling berlarian menyelamatkan diri, suara warga minta pertolongan terdengar dimana-mana, tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa, semua warga di sini informasinya selamat," katanya.
Saat ini ribuan warga di Lampahan Induk, Barat dan Lampahan Timur tengah menunggu uluran tangan dari pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lampahan-9ikjkl.jpg)