Banjir dan Longsor di Aceh
Kampung Lampahan Luluh Lantak, Korban Meninggal Capai 22 Orang
"Kita sangat berharap pengiriman bantuan bahan pangan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah ini.” TAGORE ABUBAKAR
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang yang melanda Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah meninggalkan kerusakan parah pada permukiman warga
- 22 orang dilaporkan meninggal. 37.682 jiwa warga yang masih harus mengungsi dan 177.517 jiwa terisolir. 21 titik jalan juga dilaporkan putus serta 39 titik dilanda bencana longsor dan 27 titik dihantam banjir
- Stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah itu untuk kebutuhan operasional tim evakuasi dan logistik cukup hanya untuk dua hari
"Kita sangat berharap pengiriman bantuan bahan pangan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah ini.” TAGORE ABUBAKAR, Bupati Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Banjir bandang yang melanda Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah meninggalkan kerusakan parah pada permukiman warga.
Pantauan di lokasi, Minggu (30/11/2025), sejumlah rumah luluh lantak diterjang arus deras yang membawa material lumpur dan bebatuan dari hulu.
Endapan pasir dan bebatuan menutupi rumah-rumah warga serta fasilitas ibadah dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter lebih.
Berdasarkan data terbaru yang diterima TribunGayo.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat per Sabtu (29/11/2025), sedikitnya 22 orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, saat ini ada 37.682 jiwa warga yang masih harus mengungsi dan 177.517 jiwa terisolir. 21 titik jalan juga dilaporkan putus serta 39 titik dilanda bencana longsor dan 27 titik dihantam banjir.
Lalu, ada 45 jembatan yang menjadi akses vital menghubungkan antardesa, bahkan antarprovinsi juga putus total setelah diterjang derasnya arus sungai yang meluap.
Kepala Dusun Kampung Lampahan Timur, Zulkifli, menyampaikan, berdasarkan data yang diperolehnya, sekitar 38 rumah dan toko rusak parah hingga terbawa aliran sungai.
"Itu data kami terima baik rumah warga baik di Kampung Lampahan Timur, Barat dan Lampahan induk," ujarnya.
Diceritakan, saat peristiwa terjadi pada Rabu (26/11/2025) jelang subuh, terdengar suara gemuruh dari arah sungai hingga menyapu kawasan permukiman warga di sekitar aliran sungai.
Warga pun mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.
"Kondisi malam itu mencekam, warga saling berlarian menyelamatkan diri, suara warga minta pertolongan terdengar dimana, tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa, semua warga disini informasinya selamat," katanya.
Saat ini ribuan warga di Lampahan Induk, Barat dan Lampahan Timur, sedang menunggu uluran tangan pemerintah. Para pengungsi mengaku mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih.
Minimnya logistik membuat kondisi mereka semakin rentan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus. "Kami di sini sangat berharap bantuan, khususnya logistik dan air bersih," kata Zulkifli.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, saat bertemu Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Oproom Setdakab Bener Meriah, sabtu (29/11/2025) mengatakan, jika dalam dua atau tiga hari belum ada bantuan logistik, stok yang ada tidak dapat mencukupi seluruh kebutuhan warga," ujarnya.
Karena itu Tagore meminta bantuan berupa bahan pangan darurat kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). "Kita sangat berharap pengiriman bantuan bahan pangan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah ini,” tandas Bupati.
Banjir dan Longsor di Aceh
Kampung Lampahan Luluh Lantak
Korban Meninggal Capai 22 Orang
Musibah Banjir Bandang
Musibah Longsor
Musibah Banjir
Tagore Abubakar
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kampung-Lampahan-Luluh-Lantak.jpg)