Kamis, 7 Mei 2026

Banjir di Bireuen

Ribuan Warga Bireuen Korban Banjir Bandang Masih Mengungsi

Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen masih bertahan di sejumlah titik pengungsian setelah banjir bandang melanda wilayah

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Para pengungsi tersebar di meunasah, masjid, balai desa, hingga lokasi aman lainnya. Hingga Senin (1/12/2025), mayoritas dari mereka belum bisa pulang karena rumah hilang, rusak berat, tertimbun lumpur, atau masih tergenang air. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen masih bertahan di sejumlah titik pengungsian setelah banjir bandang melanda wilayah itu sejak beberapa hari terakhir.

Para pengungsi tersebar di meunasah, masjid, balai desa, hingga lokasi aman lainnya.

Hingga Senin (1/12/2025), mayoritas dari mereka belum bisa pulang karena rumah hilang, rusak berat, tertimbun lumpur, atau masih tergenang air.

Baca juga: Ribuan Korban Banjir di Bireuen Bertahan di Pengungsian, Makan 2 Kali Sehari

Sejumlah warga mengaku kehilangan harta benda serta kebutuhan dasar, sementara akses transportasi di beberapa lokasi juga belum pulih sepenuhnya.

Di lapangan, masih terdapat beberapa isu yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait, antara lain:

1. Penanganan Pengungsi

Bagaimana perkembangan distribusi bantuan masa panik, layanan kesehatan, dapur umum, serta pendataan rumah rusak? Banyak pengungsi berharap bantuan lebih terkoordinasi karena logistik di beberapa posko masih terbatas.

2. Kondisi Penyeberangan Jembatan Kutablang

Arus penyeberangan di Jembatan Kutablang sempat mengalami gangguan akibat banjir. Warga mempertanyakan kondisi terkini jembatan tersebut, apakah sudah aman dilalui atau masih dalam tahap pembatasan.

3. Pembangunan Jembatan Awe Geutah–Paya

Informasi dari warga menyebutkan jembatan Awe Geutah–Paya saat ini digunakan sebagai jembatan darurat.

Proses pembangunan jembatan permanen dikabarkan sudah dimulai.

Kepastian mengenai progres dan target penyelesaian sangat dinantikan masyarakat, terutama yang bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas harian.

4. Antrean Minyak

Banyak warga juga mengeluhkan antrean panjang pembelian minyak (BBM maupun minyak goreng) pascabencana.

Kondisi distribusi di SPBU dan pasar tradisional membutuhkan penanganan agar kebutuhan warga dapat terpenuhi secara merata.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved