Senin, 8 Juni 2026

Banjir di Bireuen

1.647 Warga Peusangan Siblah Krueng Masih Mengungsi, 33 Rumah Hilang

Desa yang mengalami kerusakan paling parah antara lain Blang Cirih, Teupin Raya, Kubu, Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Kumbang,

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
Kunjungi - Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dua hari lalu mengunjungi pengungsi korban banjir yang sedang di meunasah Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. Serambinews.com/HO 

Desa yang mengalami kerusakan paling parah antara lain Blang Cirih, Teupin Raya, Kubu, Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Kumbang,

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen masih menyisakan duka mendalam bagi warga Peusangan Siblah Krueng. Hingga Selasa (16/12/2025), sebanyak 1.647 jiwa dari berbagai desa masih bertahan di tempat pengungsian, mulai dari meunasah, balai pengajian, pesantren, hingga masjid.

Mereka mengungsi karena rumah hilang, rusak berat, rusak ringan, atau terendam lumpur tebal. Camat Peusangan Siblah Krueng, Afrizal, menyebutkan bahwa data sementara mencatat 33 rumah hilang, 758 rusak berat, dan 127 unit rusak ringan.

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, termasuk water intake KKA di Desa Pante Baro Kumbang, meunasah, Dayah Darussa’adah, Dayah Darul Ulum, balai pengajian, kantor keuchik, hingga saung tani.

Secara keseluruhan, 21 desa di Peusangan Siblah Krueng terdampak banjir. 

Baca juga: Alumni Akpol Angkatan 56 Batalyon Presisi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Utara

Desa yang mengalami kerusakan paling parah antara lain Blang Cirih, Teupin Raya, Kubu, Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Kumbang, Pante Baro Buket Panyang, Kubu Raya, Lueng Daneun, Alue Kupula, dan Dayah Baro.

Akses menuju kawasan tersebut hingga kini masih sangat terbatas. Jembatan rangka baja Pante Lhong Peusangan putus total saat banjir, sehingga warga hanya bisa keluar-masuk menggunakan boat penyeberangan.

“Kondisi di daerah kami benar-benar memprihatinkan. Akses jalan sulit, jaringan listrik juga belum menyala,” ujar Afrizal.

Dua hari sebelumnya, Bupati Bireuen H Mukhlis ST bersama tim meninjau langsung para pengungsi di meunasah Desa Kubu. 

Kunjungan berlangsung sejak magrib hingga menjelang Isya, sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved