Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

295 Jalan dan 146 Jembatan di Aceh Hancur Dihantam Banjir dan Longsor

“Dari data yang kita kumpulkan terdapat kerusakan jalan sebanyak 295 titik dan jembatan 146 unit,” kata kata Juru Bicara Posko, Murthalamuddin.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Hendri Abik
MENGANTRE NAIK PERAHU – Warga mengantre menunggu giliran menyeberangi sungai menggunakan perahu di jalur Bireuen-Aceh Utara. Di kawasan tersebut jembatan yang menjadi penghubung jalan nasional Banda Aceh-Medan terputus total akibat diterjang banjir bandang, Rabu (26/11/2025).  
Ringkasan Berita:
  • Senin (1/12/2025), Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan kerusakan parah akibat banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah.
  • 295 titik jalan dan 146 jembatan rusak, membuat banyak wilayah terisolasi.
  • Fasilitas umum terdampak: 138 perkantoran, 50 tempat ibadah, 161 sekolah, dan 4 pondok pesantren.
  • Rumah warga rusak: 71.385 unit, lahan pertanian: 139.444 hektare sawah dan 12.012 hektare kebun rusak, dan 182 ekor ternak ikut terdampak.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh menyebab kerusakan parah di berbagai sektor.

Sedikitnya terdapat 295 titik jalan dan 146 jembatan rusak, membuat sejumlah wilayah kini terisolasi dan sulit dijangkau.

Jumlah tersebut merupakan data terbaru yang dihimpun Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Senin (1/12/2025) pukul 14.00 WIB.

“Dari data yang kita kumpulkan terdapat kerusakan jalan sebanyak 295 titik dan jembatan 146 unit,” kata kata Juru Bicara Posko, Murthalamuddin.

Selain merusak ratusan jalan dan jembatan, bencana ini juga ikut menghancurkan ratusan fasilitas umum lainnya, seperti perkantoran sebanyak 138 unit, tempat ibadah 50 unit, sekolah 161 unit, dan pondok pesantren 4 unit.

Kemudian, kata Murthalamuddin, banjir dan longsor juga merusak 71.385 unit rumah warga, 139.444 hektare sawah, dan 12.012 hektare kebun.

“Termasuk berdampak pada 182 ekor hewan ternak,” katanya.

Baca juga: Berlumpur Setelah Terendam Banjir, Banyak Toko di Aceh Utara Belum Kembali Beroperasi

Seperti diketahui, pascabanjir dan longsor yang melanda sebagian besar wilayah Aceh telah menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik.

Di antaranya adalah longsor di tepi jembatan Meureudu, Pidie Jaya; kerusakan pada jembatan Kuta Blang, Bireuen; serta longsor di Kabupaten Aceh Tamiang pada lintasan timur.

Pada lintas tengah yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, longsor terjadi pada badan jalan di kawasan Gunung Salak.

Kondisi serupa juga terjadi pada jalur lintas tengah yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Aceh Tengah, tepatnya di Kecamatan Juli, Bireuen, serta di kawasan Pintu Rime Gayo.

Selain itu, jalur lintas Medan–Kutacane, Aceh Tenggara, hingga Kabupaten Gayo Lues juga mengalami longsor di beberapa titik. Sementara itu, jalur lintas Barat–Selatan Aceh hingga Kabupaten Singkil masih dapat dilalui, meskipun terdapat banjir dan longsor di beberapa lokasi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved