Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

UIN Ar-Raniry Liburkan Kuliah Sepekan, Rektor Desak Pusat Naikkan Status Bencana Aceh Jadi Nasional

UIN Ar-Raniry Banda Aceh meliburkan kuliah 1–6 Desember 2025 akibat banjir bandang dan longsor.

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
POSKO AR-RANIRY PEDULI - Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman saat penyaluran bantuan terhadap mahasiswa terdampak banjir di Posko Ar-Raniry Peduli, Banda Aceh, Minggu (30/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • UIN Ar-Raniry Banda Aceh meliburkan kuliah 1–6 Desember 2025 akibat banjir bandang dan longsor. 
  • Rektor Mujiburrahman mendesak pemerintah pusat menaikkan status bencana Aceh menjadi nasional karena kerusakan masif. 
  • Kampus membuka posko darurat, menyalurkan bantuan ratusan juta rupiah, dan mendata ribuan mahasiswa terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi menghentikan seluruh kegiatan perkuliahan selama masa tanggap darurat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh.

UIN Ar-Raniry menetapkan libur kuliah mulai 1–6 Desember 2025, sebagaimana dituangkan dalam Surat Edaran Rektor.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, MAg juga mendesak pemerintah pusat segera menaikkan status bencana Aceh menjadi Bencana Nasional, menyusul kerusakan masif dan jumlah korban yang terus bertambah.

“Pemerintah harus segera menetapkan status Darurat Nasional. Kerusakan sangat parah dan sejumlah wilayah terisolasi,” ujar Prof Mujiburrahman saat dijumpai di Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (1/12/2025).

Ia mengatakan, indikator penetapan status Bencana Nasional sudah terpenuhi. 

“Dengan peningkatan status, penanganan akan jauh lebih maksimal karena dukungan personel, peralatan, dan anggaran bisa ditingkatkan,” urai Rektor.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Banda Aceh Buka Donasi untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh via Nomor Rekening Ini

Berdasarkan data BNPB per 1 Desember 2025 pukul 14.30 WIB, banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menyebabkan 502 orang meninggal dunia, 2.500 orang luka-luka, dan 508 orang lainnya masih hilang. 

552 ribu jiwa mengungsi dan 3,3 ribu rumah rusak berat. 

Bencana terjadi di 46 kabupaten/kota.

Untuk Aceh sendiri, data sementara menyebutkan korban mencapai 156 orang meninggal, 181 hilang, serta 479,3 ribu pengungsi yang tersebar di 18 kabupaten.

Prof Dr Mujiburrahman mengungkapkan, hampir 2.000 mahasiswa UIN Ar-Raniry terdampak langsung banjir bandang dan longsor yang terjadi enam hari terakhir.

Dalam pertemuan dengan pimpinan BTN Syariah dan Bank Syariah Nasional, ia menyebut, kampus telah mengaktifkan posko darurat serta menyalurkan bantuan dasar untuk mahasiswa. 

Baca juga: Mahasiswa Korban Banjir Dapat Bantuan Darurat, UIN Ar-Raniry Salurkan Rp 170 Juta

“Sejak dua hari lalu, kami sudah melaporkan kondisi ini kepada Menteri Agama (Menag). Posko tanggap darurat juga telah beroperasi di kampus,” katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved