Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

UIN Ar-Raniry Liburkan Kuliah Sepekan, Rektor Desak Pusat Naikkan Status Bencana Aceh Jadi Nasional

UIN Ar-Raniry Banda Aceh meliburkan kuliah 1–6 Desember 2025 akibat banjir bandang dan longsor.

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
POSKO AR-RANIRY PEDULI - Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman saat penyaluran bantuan terhadap mahasiswa terdampak banjir di Posko Ar-Raniry Peduli, Banda Aceh, Minggu (30/11/2025). 

Mahasiswa terdampak berasal dari sedikitnya 18 kabupaten/kota, mulai dari Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bireuen, hingga Pidie Jaya. 

Banyak dari mereka belum dapat berkomunikasi dengan keluarga akibat akses yang terputus.

Menurut Rektor, kondisi ekonomi mahasiswa menurun drastis karena kehabisan uang setelah terjebak di Banda Aceh selama masa bencana. 

“Kami mengajak sivitas akademika bergotong royong. Kemarin sudah tersalurkan bantuan Rp170 juta untuk mahasiswa terdampak,” ujarnya.

Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai Rp200 ribu per mahasiswa. 

Baca juga: 295 Jalan dan 146 Jembatan di Aceh Hancur Dihantam Banjir dan Longsor

Hingga kemarin, 1.081 mahasiswa telah diverifikasi sebagai penerima, dan jumlahnya terus bertambah.

Selain mahasiswa dari Aceh, beberapa mahasiswa asal Sumatera Utara dan Sumatera Barat, juga ikut terdampak karena keluarga mereka berada di zona bencana.

Rektor menyebut, bencana ini dapat memicu gelombang kemiskinan baru di Aceh. 

“Banyak rumah warga rusak parah. Sebagian besar dari mereka adalah orang tua mahasiswa kami,” terangnya.

UIN kini mempertimbangkan skema jangka panjang, termasuk pembebasan atau penanggungan biaya kuliah dan biaya tempat tinggal bagi mahasiswa terdampak.

Untuk menjaga kondisi psikologis mahasiswa, UIN Ar-Raniry memutuskan meliburkan kuliah selama lima hari ke depan. 

Baca juga: Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan bagi Warga Kehilangan Kontak Keluarga Korban Banjir

Namun perpustakaan tetap dibuka sebagai ruang belajar, pengisian daya gawai, dan akses internet.

“Secara psikis, banyak mahasiswa masih labil. Banyak yang menangis karena belum mengetahui kondisi keluarga,” papar Mujiburrahman.

UIN Ar-Raniry juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kebutuhan logistik mahasiswa setidaknya satu bulan ke depan.

Posko Ar-Raniry Peduli menjadi pusat pendataan mahasiswa terdampak. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved