Banjir Landa Aceh
Unimal Buka Dapur Umum untuk Mahasiswa Terdampak Banjir
Fasilitas ini diprioritaskan bagi mahasiswa dari luar daerah, khususnya Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang belum menerima kiriman keluarga.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) mendirikan dapur umum sebagai langkah darurat membantu mahasiswa yang kesulitan logistik pasca banjir.
Fasilitas ini diprioritaskan bagi mahasiswa, terutama yang berasal dari luar daerah, khususnya Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang belum menerima kiriman keluarga.
Koordinator Posko Kampus Bukit Indah, Taufik Abdullah, menyampaikan bahwa sejak hari pertama bencana, seluruh jajaran kampus di bawah arahan Rektor telah bergerak melakukan evakuasi, penyelamatan sementara, dan distribusi bantuan darurat.
“Posko kami terbuka bagi mahasiswa untuk segera melapor agar pendataan dan bantuan lebih terkoordinir,” jelasnya.
Taufik mengapresiasi tim siaga mahasiswa yang sigap menampung korban di Kampus Reuleut dan Bukit Indah.
Pascabajir akan Lebih Berat
Namun, lanjut Taufik, fase pascabanjir justru lebih berat karena keterbatasan logistik dan kebutuhan dasar.
Rektor Unimal, Prof. Herman Fithra, menunjuk Taufik sebagai penanggung jawab dapur umum sekaligus koordinator posko.
Kampus juga terus memverifikasi laporan simpang siur terkait mahasiswa yang hilang kontak di jalur Lhokseumawe-Medan.
Rektor, menjelaskan bahwa hingga kini kampus terus memastikan ada tidaknya korban meninggal mahasiswa, meski terdapat laporan awal terkait mahasiswa lost contact di jalur Lhokseumawe–Medan akibat pulang mendadak tanpa pemberitahuan.
Baca juga: Mahasiswa Unimal Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh, Sumut, & Sumbar
Langkah Posko Kampus
Taufik, mantan aktivis mahasiswa ‘98 yang sudah berpengalaman menangani pengungsi pada masa konflik Aceh menambahkan, pihak Kampus Unimal akan menindaklanjuti setiap laporan dari mahasiswa dan orang tua, termasuk kerusakan tempat kost, hilangnya harta benda, dan lainnya.
Untuk itu, posko menyiapkan langkah yaitu;
- Pendataan Mahasiswa Terdampak – memastikan kerugian dan kondisi tercatat resmi.
- Dukungan Psikososial – membantu mahasiswa yang mengalami tekanan atau trauma.
- Transparansi Informasi – memberi kepastian kepada orang tua, terutama dari luar daerah.
“Kampus harus hadir memberi rasa aman, kejelasan informasi, dan memastikan tidak ada mahasiswa yang terabaikan,” tegas Taufik.
Ia juga menyerukan kolaborasi lintas pihak agar distribusi logistik, listrik, akses internet, makanan, dan kebutuhan dasar segera dipercepat.
“Masyarakat dan mahasiswa yang belum tersentuh bantuan harus diprioritaskan. Kami siap bergerak cepat dan saling menopang,” pugkas Taufik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Posko-banjir-unimal.jpg)