Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

Ini Data Daerah Terisolir Terdampak Banjir Harus Segera Disuplai Logistik

Sejumlah wilayah di Aceh masih terisolir akibat banjir dan longsor, membuat ribuan warga tanpa logistik.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BANTUAN KE PEDALAMAN GAYO - Tiga lembaga yakni Katahati Institute, Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Leuser Coffee, mengirimkan bantuan untuk korban di pedalaman Gayo dengan helikopter. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah wilayah di Aceh masih terisolir akibat banjir dan longsor, membuat ribuan warga tanpa logistik. 
  • Akses darat terputus karena jalan amblas dan jembatan rusak, sementara bantuan udara masih terbatas. 
  • Tiga lembaga mendesak pemerintah mempercepat distribusi, memulihkan akses, dan memberi perhatian khusus pada kelompok rentan.

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah wilayah di Aceh hingga kini masih terisolir total akibat banjir dan longsor besar yang melanda beberapa kabupaten/kota beberapa hari sebelumnya. 

Kondisi ini membuat ribuan warga terputus dari suplai pangan, layanan kesehatan, dan akses komunikasi.

Katahati Institute, Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Leuser Coffee, mendesak pemerintah agar memprioritaskan penyaluran bantuan ke daerah-daerah yang hingga kini belum dapat ditembus jalur darat.

“Kami menerima laporan langsung dari masyarakat di dataran tinggi Aceh yang hingga kini masih terisolasi tanpa suplai logistik yang memadai,” kata Raihal, perwakilan Katahati Institute

“Bantuan harus diprioritaskan untuk wilayah yang tidak bisa ditembus jalur darat. Situasi ini tidak dapat menunggu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ibnu dari Forum Konservasi Leuser (FKL). 

Baca juga: Singkil Masih Terisolir, Korban Banjir Kehabisan Stok Logistik, Hanya Tersisa untuk Besok

Menurutnya, kerusakan akses akibat longsor dan ambruknya jembatan memperburuk situasi di sekitar kawasan Leuser.

“Pemulihan akses dan distribusi bantuan ke titik-titik terisolir merupakan hal paling mendesak,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan lapangan, laporan masyarakat, serta jejaring relawan, daerah-daerah berikut masih berada dalam kondisi isolasi penuh:

Kabupaten Bener Meriah

  • Samar Kilang
  • Syiah Utama
  • Pintu Rime

Kabupaten Aceh Tengah

  • Linge

Kabupaten Aceh Utara

  • Langkahan
  • Leubok Pusaka

Kabupaten Aceh Timur

  • Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari
  • Lokop

Kabupaten Aceh Tamiang

  • Kuta Lintang

Kabupaten Aceh Tenggara

  • Ketambe

Baca juga: 7 Hari Terisolir: PMI Banda Aceh Minta Bantuan Udara Selamatkan Warga dan Atlet PORA di Aceh Tengah

Sebagian besar titik tersebut tidak dapat diakses melalui jalur darat akibat longsor besar, badan jalan amblas, dan jembatan utama yang putus. 

Pada saat yang sama, sejumlah kawasan juga mengalami putusnya jaringan komunikasi sehingga memperlambat koordinasi evakuasi dan distribusi bantuan.

Bantuan Masih Terbatas

Saat ini, penyaluran bantuan sebagian besar dilakukan melalui udara. 

Helikopter dikerahkan dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) dan juga melalui jalur udara dari Medan. 

Namun intensitas penerbangan masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan dasar ribuan warga.

Baca juga: Aceh Terisolir, Kelaparan Mengancam: PKS Aceh Desak Pusat Tetapkan Darurat Bencana Nasional

Katahati Institute, FKL, dan Leuser Coffee menyebut, kondisi ini sebagai alarm kemanusiaan yang harus segera ditangani.

Seruan Mendesak Tiga Lembaga

Ketiga lembaga tersebut menyampaikan lima rekomendasi prioritas:

  • Mempercepat distribusi bantuan udara (helikopter, pesawat ringan, atau drone logistik) secara terjadwal dan berulang.
  • Memulihkan akses darat dengan penambahan alat berat untuk membuka titik longsor besar.
  • Mengaktifkan kembali komunikasi darurat, termasuk jaringan berbasis satelit.
  • Menguatkan koordinasi lintas lembaga, antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, lembaga kemanusiaan, swasta, hingga masyarakat adat.
  • Memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Mereka juga mengajak semua pihak untuk menjadikan wilayah terisolir sebagai fokus utama dalam fase tanggap darurat ini, sebelum situasi memburuk menjadi krisis kemanusiaan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved