Berita Banda Aceh
Ancaman Serius Narkoba Mengintai, BNNP Aceh Dorong Penguatan Syariat
Peredaran narkoba di Aceh masih menjadi ancaman serius dan memerlukan penanganan terpadu lintas sektor.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Peredaran narkoba di Aceh masih menjadi ancaman serius dan memerlukan penanganan terpadu lintas sektor.
Selain sebagai daerah tujuan, Aceh juga kerap dimanfaatkan sebagai jalur transit peredaran narkotika, terutama melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Dr Dedy Tabrani, dalam Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan dan Penegakan Syariat Islam Tahun 2026 yang digelar Dinas Syariat Islam Aceh di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, Azwar Abubakar, Syahrizal Abbas, unsur penegak hukum, perwakilan Bea Cukai, organisasi masyarakat, serta kalangan akademisi.
“Modus operandi jaringan narkotika semakin kompleks. Mereka memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat, bahkan melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak sebagai kurir dan pengedar,” ujarnya.
Menurut Dedy, BNNP Aceh terus memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), antara lain melalui Program Ananda Bersinar bagi generasi muda, integrasi kurikulum anti narkotika di sekolah, serta penguatan layanan rehabilitasi berbasis lembaga dan masyarakat.
Baca juga: Kejari Banda Aceh Terima Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, DS Ditahan 20 Hari Kedepan
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas di tingkat gampong, seperti penerapan reusam (aturan adat) terkait narkoba, pembentukan satgas anti narkoba, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
“Sementara itu, penindakan terhadap bandar dan pengedar terus dilakukan secara tegas dan terukur,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan community policing dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba.
“Penanggulangan narkoba harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, ulama hingga masyarakat. Penguatan nilai-nilai Syariat Islam menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial,” katanya.
Selain itu, BNNP Aceh mendorong pembentukan forum internasional yang melibatkan negara-negara dalam jalur peredaran narkotika seperti Malaysia dan Thailand, termasuk kawasan Segitiga Emas.
“Kolaborasi internasional penting untuk pertukaran informasi intelijen, pengawasan jalur distribusi, dan strategi penindakan yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
| 1.916 Warga Korban Bencana Terima Kurban dari Rumah Amal USK, Sembelih 44 Hewan Kurban |
|
|---|
| UBBG Lanjutkan Tradisi Kurban, Bukti Kepedulian dalam Spirit Ukhuah |
|
|---|
| Satu-satunya di Aceh, WBP Rutan Banda Aceh Terima Remisi Khusus Waisak |
|
|---|
| Libur Idul Adha, Ribuan Wisatawan Padati Museum Tsunami Aceh |
|
|---|
| Trafik Tol Sibanceh Naik Tajam Selama Libur Idul Adha, 10.977 Mobil Melintas dalam Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Narkotika-Nasional-Provinsi-BNNP-Aceh-Brigjen-Pol-Dr-Dedy-Tabrani.jpg)