Selasa, 5 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Bisa Krisis Pangan! Jalan Putus belum Diperbaiki, Pasokan Logistik ke Singkil Terhambat

Sudah masuk hari kelima pasacajalan putus di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, belum ada penanganan darurat.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Safriadi Syahbuddin
Serambinews.com/Dede Rosadi
JALAN PUTUS Jalan ke Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, akibat banjir sudah lima hari putus, di kawasan Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, Senin (1/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Bencana banjir bandang yang melumpuhkan transportasi memicu kekhawatiran sebagian warga Aceh Singkil.
  • Sudah masuk hari kelima pasacajalan putus di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, belum ada penanganan darurat, agar kendaraan pembawa logistik bisa melintas walau hanya menggunakan jembatan darut.
  • Putusnya jalan juga membuat aktivitas ekonomi terhenti. Sawit warga tidak bisa dijual ke pabrik. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi | Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bencana banjir bandang yang melumpuhkan transportasi memicu kekhawatiran sebagian warga Aceh Singkil.

Sudah masuk hari kelima pasacajalan putus di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, belum ada penanganan darurat, agar kendaraan pembawa logistik bisa melintas walau hanya menggunakan jembatan darut. 

Putusnya jalan juga membuat aktivitas ekonomi terhenti. Sawit warga tidak bisa dijual ke pabrik. 

Memang bisa melalui jalur laut, tetapi biaya angkut mahal serta tidak semua kebun petani mengaksesnya.

Kondisi itu diperparah dengan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) sehingga nelayan tidak bisa mencari nafkah ke laut. 

Di Singkil BBM memang ada sesuai hasil pantauan Serambinews.com (Serambi Indonesia), Senin (1/12/2025) pagi. 

Pegawai SPBU juga menyebutokan stok banyak dan pasokan segera masuk. Namun bagi warga Singkil Utara, tidak mudah membeli BBM ke Singkil. 

Lantaran jalan darat hanya bisa ditembus sepeda motor, itupun harus mengeluarkan biaya tambahan untuk naik rakit dan jembatan darurat.

Pasokan logistik terhambat serta tersendatnya perekonomian bukan hanya dirasakan penduduk Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, yang sebagain besar warganya masih hidup dalam kubangan banjir. 

Akan tetapi nelayan Singkil Utara, tidak bisa melaut sebab kesulitan mencari BBM. 

Warga Singkil Utara, penerima bantuan langsung kesra juga tidak bisa cairkan uang ke kantor Pos Singkil. 

Lantaran khawatir kehabisan bahan bakar di jalan.

"Setelah berminggu tidak bisa melaut akibat cuaca esktrim, sekarang masyarakat nelayan juga belum bisa mencari nafkah karena BBM tidak ada.

BLT tak bisa diambil

Penerima BLT Kesra resah karena tidak bisa cairkan uang di Kantor Pos Singkil karena akibat BBM langka dan belum jalan yang rumit," kata Ridwan Sekdes Gosong Telaga Timur. 

Baca juga: Singkil Masih Terisolir, Korban Banjir Kehabisan Stok Logistik, Hanya Tersisa untuk Besok

Selain Singkil Utara, dan Singkil, tak lancarnya pasokan logistik dirasakan penduduk Kecamatan Kuala Baru, Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat. 

Tiga kecamatan tersebut mengandalkan pasokan logistik dari Singkil. 

Sehingga bencana banjir yang terjadi di Singkil, imbasnya dirasakan warga tiga kecamatan tersebut. 

"Akibat banjir, berdampak pada masyarakat di Kepulauan Banyak dan Kuala Baru," kata Taufik anggota DPRK Aceh Singkil

Ia lantas mengingatkan bantuan logistik perlu segera didistribusikan ke tiga kecamatan tersebut. 

Singkil juga diketahui merupakan tempat pelabuhan feri yang membawa pasokan kebutuhan logistik bagi penduduk Kabupaten Simeulue dan Pulau Nias. 

Terkait hal itu, penguasa sudah semestinya bergerak cepat membangun jembatan darurat di jalan yang putus di Gosong Telaga Barat. 

Agar kendaraan besar pembawa logistik bisa masuk Singkil.

Sehingga perekonomian masyarakat pascabanjir dapat berangsur pulih.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved