Rabu, 15 April 2026

Berita Pidie

Warga Sigli Gelisah: Gas Subsidi tak Kebagian, Listrik Padam dan BBM Langka

Banjir bandang di Aceh membuat warga Sigli semakin menderita dengan listrik padam, BBM langka, dan gas subsidi tak tersedia.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
ANTRI GAS - Sejumlah warga mengantri pada salah satu pangkalan resmi penyalur gas non -tabung 12 kg di kawasan Kota Sigli, Pidie, Senin (1/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang di Aceh membuat warga Sigli semakin menderita dengan listrik padam, BBM langka, dan gas subsidi tak tersedia. 
  • Warga mengeluh sulit memasak dan beraktivitas, sementara pedagang kecil terpaksa berhenti berjualan. 
  • Harga gas melonjak hingga Rp35 ribu per tabung, memperburuk kondisi ekonomi masyarakat yang sudah terdampak bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Penderitaan masyarakat Aceh akibat banjir bandang pada penghujung November 2025, kian bertambah.

Tidak hanya infrastruktur yang rusak parah, tetapi juga kebutuhan dasar warga semakin sulit dipenuhi.

Banjir besar telah memutus jembatan, mengamblaskan jalan, menimbulkan longsor, serta menghanyutkan rumah-rumah warga.

Korban jiwa pun berjatuhan, sebagian masih hilang, sementara komunikasi terputus.

Kondisi diperburuk dengan padamnya listrik karena banyak tower tumbang diterjang arus deras.

Di Sigli, Kabupaten Pidie, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas subsidi menambah beban masyarakat.

Baca juga: Ramai Warga Bireuen Berburu BBM di SPBU, Suplai Air PDAM Putus, Gas Sulit Didapat

Pasokan dari Lhokseumawe terhambat akibat putusnya Jembatan Kuta Blang, Bireuen, yang merupakan jalur utama lintas Medan–Banda Aceh.

Nurlaili (70), warga Dusun Tapian Jaya, Kecamatan Kota Sigli mengaku, gelisah dengan kondisi saat ini.

Gas subsidi yang seharusnya menjadi jatah warga tidak lagi tersedia di kios resmi.

“Saya susah dengan kondisi saat ini, listrik mati, air PAM juga mati, gas subsidi pun tidak kebagian di penyalur gampong,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera mencari solusi agar warga tidak semakin menderita.

“Apa-apa susah, ga bisa masak, rumah gelap, lilin pun langka untuk dibeli,” keluhnya.

Baca juga: VIDEO - Jeritan Warga Usai Banjir Besar & Longsor: Air, Gas, hingga Minyak Sangat Susah Didapatkan

Pedagang Kecil Stop Jualan

Keluhan serupa datang dari Dila (25), warga Dusun Tapian Jaya, Gampong Blang Paseh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved