Banjir Landa Aceh
Setelah 25 Jam di Laut, 9 Warga Langsa Tiba di Kuala Idi Aceh Timur
Mereka menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga di Langsa yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Safriadi Syahbuddin
Mereka terpaksa menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu.
Sebanyak 3 orang dari mereka baru tiba di Banda Aceh pada Senin (24/11/2025) untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM di Hotel Hermes Banda Aceh.
Mereka adalah Peru (40) warga Matang Seulimeng, Bustami Husen (36), warga Gampong Jawa, Diki Fernando (39), warga Birem Puntong.
Ditemui Serambinews.com, di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) malam, Peru bercerita, mereka sempat pulang melalui jalan darat pada Rabu sore.
Namun perjalanan mereka terhenti di Bireuen, karena jembatan Kutablang putus total akibat banjir.
“Akhirnya kami memutuskan kembali ke Banda Aceh. Kami tak mungkin bertahan di Bireuen karena kesulitan mendapatkan makanan. Bahkan, malam itu, kami baru bisa makan saat tiba kembali di Banda Aceh pada Sabtu dinihari,” kata Peru.
Baca juga: Ini Data Daerah Terisolir Terdampak Banjir Harus Segera Disuplai Logistik
Keesokan harinya, mereka mencoba untuk pulang dengan pesawat via Medan.
Namun, diperoleh informasi, akses dari Medan ke Langsa putus total akibat banjir di Tanjungpura dan jalan longsor di wilayah Aceh Tamiang.
Setelah tiga hari terkatung-katung di Banda Aceh, ketiga warga Langsa berinisiatif menyewa boat nelayan agar bisa pulang ke Langsa.
Karena mahalnya biaya sewa boat, mereka pun menyebarkan pesan melalui WA agar jika ada warga lain yang ingin bergabung bisa ikut meringankan biaya sewa boat.
Beberapa jam kemudian, Muhammad Mirza (48), warga Gampong Blang ikut bergabung dalam rombongan.
Sementara beberapa orang lainnya menitipkan bantuan untuk keluarga mereka yang terdampak banjir di Langsa.
Jumlah rombongan bertambah beberapa jam menjelang keberangkatan pada, Minggu (30/11/2025).
“Alhamdulillah jumlah kami bertambah menjadi 9 orang. Ada petugas Telkom juga ikut membawa perangkat komunikasi ke Aceh Timur,” kata Peru kepada Serambi melalui pesan WhatsApp menjelang berangkat dari Dermaga Nelayan Uleelheue Banda Aceh.
Bersama mereka juga terdapat sejumlah logistik yang dititip oleh warga asal Langsa untuk keluarga mereka yang menjadi korban banjir di Kota Langsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pulang-Kampung-Naik-Boat-dari-Banda-Aceh-ke-Langsa-Akibat-Banjir.jpg)