Banjir dan Longsor di Aceh
Diduga Timbun BBM, Ratusan Warga Aceh Timur Geruduk SPBU
Segini stok minyak kalian bilang tidak ada, bohong semua kalian kepada masyarakat, kalau enggak dibuka masyarakat akan mengamuk
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga korban banjir bandang melakukan protes keras setelah petugas SPBU menolak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan alasan stok kosong.
- Setelah banyak desakan, akhirnya petugas SPBU terpaksa membuka tangki penampungan, dan ditemukan bahwa stok minyak masih banyak dan berlimpah.
- Demi mendapatkan BBM pertalite dan pertamax, masyarakat khususnya mobil dan ada juga sebagian sepeda motor, sejak malam menginap di sekitar SPBU kawasan Pusat Kota Langsa ini.
Segini stok minyak kalian bilang tidak ada, bohong semua kalian kepada masyarakat, kalau enggak dibuka penyaluran masyarakat akan mengamuk ini. WARGA ACEH TIMUR
SERAMBINEWS.COM, IDI - Di tengah bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur, terjadi ketegangan antara masyarakat dan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Idi Rayeuk.
Ratusan warga korban banjir bandang melakukan protes keras setelah petugas SPBU menolak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan alasan stok kosong.
Kemarahan warga memuncak karena bahan bakar sangat dibutuhkan di tengah situasi darurat bencana, massa menuntut agar pelayanan BBM segera dibuka.
Pantauan Serambi, di lapangan masyarakat bahkan sempat mengancam membakar SBPU jika tangki penampungan tidak dibuka dan menunjukkan stok minyak kepada masyarakat.
Setelah banyak desakan, akhirnya petugas SPBU terpaksa membuka tangki penampungan, dan ditemukan bahwa stok minyak masih banyak dan berlimpah.
"Segini stok minyak kalian bilang tidak ada, bohong semua kalian kepada masyarakat, kalau enggak dibuka penyaluran masyarakat akan mengamuk ini," tutur seorang warga dalam aksi protes itu.
Pelayanan dibuka kembali dengan pembatasan masyarakat yang menggunakan sepeda motor diberi BBM dengan kapasitas Rp 30 ribu, sementara yang mengantre dengan botol aqua diberi kuota Rp 15 ribu.
Saat ini situasi di lokasi sudah kondusif. Warga berharap agar para pengusaha dan penjual minyak tidak mengambil keuntungan dari masyarakat yang sedang dilanda bencana. "Kami berharap, ketersediaan bahan pokok, termasuk BBM tidak ditimbun saat kondisi seperti ini," paparnya.
Hingga saat ini, stok BBM di Aceh Timur masih terbatas, banyak SPBU tidak memiliki bahan bakar, dan beberapa SPBU lainnya dipadati masyarakat hingga satu seratus meter panjang antrean.(al)
Rela Menginap Demi BBM
Masyarakat di wilayah Langsa semakin sulit memperoleh BBM baik jenis pertalite dan pertamax, karena hanya SPBU Harapan yang memiliki stok BBM tersebut.
Sedangkan sejumlah SPBU baik di Jalan Medan - Banda Aceh Gampong Matang Seulimeng, SPBU Sungai Lueng, SPBU Dua Dara, SPBU Alue Dua, serta lainny di sekitar dserah ini sudsh kosong sejak Ahad (30/11/2025).
Demi mendapatkan BBM pertalite dan pertamax, masyarakat khususnya mobil dan ada juga sebagian sepeda motor, sejak malam menginap di sekitar SPBU Harapan yang berada di Jalan A Yani kawasan Pusat Kota Langsa ini.
Mereka sebagian warga luar yang melintas dan terpaksa harus menunggu dibukanya SPBU pagi hari, karena stok BBM pertalite atau pertamax di mobil mereka sudah nyaris kosong.
Sedangkan sebagian besar warga daerah ini dan ada juga dari Aceh Tamiang dan Aceh Timur datang sebelum waktu shalat subuh dan usai shalat subuh.
Banjir dan Longsor di Aceh
Ratusan Warga Aceh Timur Geruduk SPBU
Warga Aceh Timur Geruduk SPBU
BBM langka
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ratusan-Warga-Aceh-Timur-Geruduk-SPBU.jpg)