Banjir dan Longsor di Aceh
Presiden Prabowo Janji Pulihkan Aceh
Prabowo tegaskan seluruh kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik akibat banjir dan banjir bandang di Provinsi Aceh akan segera diperbaik
Ringkasan Berita:
- Kami akan memperbaiki kerusakan jalan nasional, jembatan, dan fasilitas lainnya. Anggaran pusat akan dirampingkan untuk mempercepat perbaikan akibat bencana, PRABOWO SUBIANTO, Presiden RI
- Dalam pertemuan sekitar 30 menit dengan para pengungsi, Presiden juga mengapresiasi keberadaan dapur SPPG dan rencana operasional Koperasi Merah Putih di desa-desa.
- Karena akses via darat terputus, Tito menyebut Provinsi Aceh memerlukan dukungan pangan yang didistribusikan menggunakan pesawat.
“Kami akan memperbaiki kerusakan jalan nasional, jembatan, dan fasilitas lainnya. Anggaran pusat akan dirampingkan untuk mempercepat perbaikan akibat bencana,” PRABOWO SUBIANTO, Presiden RI
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa seluruh kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik akibat banjir dan banjir bandang di Provinsi Aceh akan segera diperbaiki oleh Pemerintah Pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau jembatan Pantai Dona di Kecamatan Semadam yang terputus dan bertemu para pengungsi di Desa Bambel Baru, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Senin (1/12/2025). Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah pemulihan.
“Kami akan memperbaiki kerusakan jalan nasional, jembatan, dan fasilitas lainnya. Anggaran pusat akan dirampingkan untuk mempercepat perbaikan akibat bencana, termasuk di Aceh Tenggara,” kata Prabowo.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi momen bersejarah bagi Aceh Tenggara, mengingat belum pernah ada presiden sebelumnya yang turun langsung meninjau daerah itu pascabencana. Masyarakat menyambut kedatangan Presiden dengan antusias.
Turut mendampingi, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah, serta unsur Forkopimda Aceh Tenggara.
Dalam pertemuan sekitar 30 menit dengan para pengungsi, Presiden juga mengapresiasi keberadaan dapur SPPG dan rencana operasional Koperasi Merah Putih di desa-desa. Ia menilai kehadiran koperasi dapat memperkuat perekonomian warga karena anggaran berputar langsung di tingkat desa.
Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry, menyampaikan harapan agar pemerintah pusat membantu percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang 27 November 2025. Ia menyebut kunjungan Presiden Prabowo tidak hanya memberi harapan, tetapi juga mengobati kesedihan masyarakat yang terdampak bencana.
Presiden Prabowo tiba di Bandara Alas Leuser Kutacane, Aceh Tenggara, sekitar pukul 11.30 WIB. Presiden mendarat menggunakan helikopter sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi terdampak banjir.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga Bambel Baru sempat meminta Presiden meninjau lahan pertanian mereka yang rusak akibat terjangan Sungai Alas. Mereka berharap penanganan serius karena banjir serupa hampir terjadi setiap tahun.
Presiden Prabowo awalnya berencana meninjau langsung lahan jagung yang rusak, namun karena agenda yang padat dan waktu yang terbatas, peninjauan lapangan akan dilakukan oleh tim BNPB.
Ambil Alih
Terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pemerintah pusat akan mengambil alih sepenuhnya pengiriman logistik ke Provinsi Aceh via udara dari Jakarta dan Medan. "Tapi pusat yang mengambil alih. Dropping dari Jakarta dan dari Medan," tegas Tito saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).
Karena akses via darat terputus, Tito menyebut Provinsi Aceh memerlukan dukungan pangan yang didistribusikan menggunakan pesawat. "Dia perlu untuk dukungan satu, pangan. Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat. Dia enggak punya pesawat. Maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat," ucapnya.
Tito memahami keputusan para bupati yang menyatakan tidak mampu mengatasi banjir di daerah mereka karena distribusi makanan terganggu. "Kita melihat wajar enggak mampu karena di daerah yang tersulit, dari mana mau dapat makanan logistik kalau bukan minta bantuan kepada pemerintah yang di atasnya," kata dia.
Saat ini, penanganan pascabanjir juga sulit dilakukan karena akses jalan yang belum memungkinkan adanya penggunaan alat berat. "Bagaimana mungkin kemampuan Pemda Aceh Tengah untuk melakukan mobilisasi alat berat, untuk memperbaiki jembatan, memperbaiki jalan-jalan yang pecah, patah, memperbaiki yang longsor, tertutup. Terkunci dari utara, dari Lhokseumawe, juga terkunci dari selatan. Jadi jalan-jalannya betul-betul putus," jelasnya.
Banjir dan Longsor di Aceh
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Janji Pulihkan Aceh
Banjir Bandang Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| 2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prabowo-Janji-Pulihkan-Aceh.jpg)