Banjir Landa Aceh
Wabah Penyakit Mengintai, Bantuan belum Merata, Begini Kesaksian Dosen Unimal Taufik Abdullah
kekurangan gizi pun mulai terlihat, terutama karena susu dan perlengkapan bayi tidak tersedia di sejumlah titik
Penulis: Jafaruddin | Editor: Zaenal
Ringkasan Berita:Kesaksian Dosen Unimal Taufik Abdullah tentang kondisi Aceh Utara pascabencana banjir Siklon Senyar 2025Warga yang berada di pengungsian kesulitan mendapatkan air bersihAnak-anak dan balita terserang penyakit dan kekurangan giziRisiko muntaber dan gangguan pernapasan meningkatDistribusi bantuan tidak merata; ada gampong yang menerima bantuan berlebihan, sementara yang lain belum tersentuh.
SERAMBINEWS.COM - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu kekhawatiran akan munculnya wabah penyakit.
Dr. Taufik Abdullah, Dosen Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), mendesak pemerintah Aceh bersama Basarnas dan segenap pemangku kebijakan untuk segera menurunkan tim medis ke kawasan yang terdampak paling parah.
“Banyak anak-anak dan balita dilaporkan terserang flu, demam, sakit kepala, serta penyakit kulit,” kata Taufik melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Selasa (2/12/2025) malam.
Menurutnya, kekurangan gizi pun mulai terlihat, terutama karena susu dan perlengkapan bayi tidak tersedia di sejumlah titik.
Situasi diperparah oleh masih adanya daerah yang belum tersentuh bantuan.
Penumpukan lumpur di jalan, sampah banjir, serta endapan kotoran di rumah warga memerlukan tenaga besar untuk dibersihkan.
“Meski begitu, warga tetap berupaya mandiri tanpa banyak berharap pada relawan,” kata Taufik.
Ironisnya, kelompok rentan seperti lansia yang seharusnya mendapat perhatian medis justru terkesan terabaikan.
Dampak banjir juga menghantam perekonomian masyarakat.
Banyak rumah, perabotan, dan pakaian warga yang rusak dan tak dapat digunakan kembali.
Kemudian, lahan sawah, perkebunan, dan tambak ikan mengalami kerusakan luas, mengancam sumber pendapatan jangka panjang.
Selain itu, hewan ternak yang mati akibat terkepung air menjadi potensi penyebaran penyakit baru.
Di sisi lain, sampah organik dan non-organik yang bercampur lumpur, ditambah debu saat cuaca panas, meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Baca juga: Unimal Buka Dapur Umum untuk Mahasiswa Terdampak Banjir
Sulit Dapat Air Bersih
Taufik Abdullah juga mengabarkan, di beberapa lokasi pengungsian, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih sehingga terpaksa menggunakan air keruh untuk aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini membuat penyakit kulit dan diare semakin merebak.
Meaningful
Banjir Landa Aceh
Dosen Unimal
Taufik Abdullah
update banjir aceh
update banjir aceh utara
Serambi Indonesia
Serambinews
siklon senyar 2025
| Bupati Aceh Timur Ultimatum Vendor Huntara, Minta Tunjukkan Bukti Pembangunan |
|
|---|
| Polres Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korbam Banjir di Sawang |
|
|---|
| Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak Akibat Bencana |
|
|---|
| Hampir Rampung, Rumah Bantuan Kadin untuk Penyintas Banjir di Pidie Jaya Segera Bisa Dihuni |
|
|---|
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dosen-unimal-Taufik-Abdullah-di-lokasi-pengungsi.jpg)