Selasa, 21 April 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Aceh Timur Ultimatum Vendor Huntara, Minta Tunjukkan Bukti Pembangunan

"Ini perlu kita crosscheck bersama agar ditemukan jalan keluar terbaik, sehingga percepatan pembangunan bisa tercapai sesuai target pemerintah,"

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Rapat evaluasi pembangunan Huntara, Bupati Aceh Timur memberikan kritikan terhadap vendor yang tidak bekerja maksimal, di pendopo Idi Rayeuk, Selasa (21/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menggelar rapat evaluasi pembangunan hunian sementara (huntara) dengan menghadirkan seluruh vendor konstruksi, perwakilan BNPB, dan para camat.
  • Forum ini menyoroti progres fisik bangunan, hambatan distribusi material, serta kinerja vendor di lapangan.
  • Hasil evaluasi menunjukkan sebagian huntara sudah rampung, namun ada titik yang stagnan bahkan nyaris tidak bergerak.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengambil langkah tegas dengan mengumpulkan seluruh vendor konstruksi, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan para camat dalam satu forum evaluasi pembangunan Huntara.

Rapat yang berlangsung serius itu bukan sekedar forum formalitas.

Al-Farlaky memimpin langsung sesi evaluasi menyeluruh yang menyoroti kondisi nyata di lapangan mulai dari progres fisik bangunan, hambatan distribusi material, hingga kinerja masing-masing vendor.

"Kita ingin melihat secara langsung bagaimana progres pembangunan huntara ini berjalan, sekaligus mendengar laporan dari para camat terkait kondisi di lapangan," tegasnya.

Hasilnya dari rapat tersebut tidak sepenuhnya menggembirakan.

Sebagian huntara memang telah rampung, namun sejumlah titik lainnya masih mengalami stagnasi bahkan ada yang nyaris tidak bergerak sama sekali.

Bupati mengakui bahwa sebagian kendala memang bersumber dari faktor alam.

Lokasi pembangunan yang terpencil dan sulit dijangkau menjadi penghambat nyata distribusi material dan ritme kerja di lapangan.

Namun ada masalah yang lebih kritis, sejumlah vendor dinilai tidak aktif di lapangan, memaksa pemerintah melakukan pergantian penyedia jasa di tengah jalan.

Akibatnya, pengerjaan harus diulang oleh pihak baru, membuang waktu yang sangat berharga.

Baca juga: Lantai Huntara Danantara Aceh Tamiang Ambles 12 Meter

"Kita melihat secara keseluruhan sudah berjalan, tetapi memang ada beberapa yang masih jalan di tempat. Ini yang kita dorong agar segera dituntaskan," kata Al-Farlaky dengan nada lugas.

Keterlambatan di fase ini akan berdampak langsung pada mundurnya seluruh agenda pemulihan.

"Ini perlu kita crosscheck bersama agar ditemukan jalan keluar terbaik, sehingga percepatan pembangunan bisa tercapai sesuai target pemerintah," jelas Al-Farlaky.

Meski menyampaikan kritik, Al-Farlaky juga membuka pintu lebar bagi para vendor yang berkomitmen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved