Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bireuen

Puluhan Pengungsi Jangka, Bireuen Diserang Penyakit Demam dan Gatal-Gatal

Tim medis Puskesmas Jangka katanya membuka sejumlah posko pelayanan kesehatan termasuk di Desa Alue Kuta Jangka.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
Posko – Puluhan pengungsi dampak banjir warga Desa Alue Kuta Jangka, Bireuen mengalami demam dan gatal-gatal datangi Posko Pelayanan Kesehatan Puskesmas Jangka, di Desa Alue Kuta Jangka. Serambinews.com/HO 

Tim medis Puskesmas Jangka katanya membuka sejumlah posko pelayanan kesehatan termasuk di Desa Alue Kuta Jangka.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan pengungsi dari pesisir Jangka Bireuen mulai mengalami demam dan mendatangi Posko Kesehatan di Desa Alue Kuta, Jangka maupun posko di Puskesmas Jangka, Selasa (2/12/2025). 

Informasi diperoleh, puluhan pengungsi di sejumlah desa pesisir Jangka mulai dari Desa Alue Kuta dan desa lainnya mulai terasa demam dan gatal-gatal mereka mendatangi posko pelayanan kesehatan.

Kepala UPTD Puskesmas Jangka, Mursal SKM kepada Serambinews.com mengatakan, ada belasan para mengungsi mengalami demam, muncul penyakit demam karena sudah beberapa hari berada di titik lokasi pengungsian. 

Tim medis Puskesmas Jangka katanya membuka sejumlah posko pelayanan kesehatan termasuk di Desa Alue Kuta Jangka.

 Jumlah pengungsi di Alue Kuta Jangka terdata sebanyak 250 orang lebih, mereka mengungsi karena rumah rusak, hancur maupun masih berlumpur dengan ketebalan mencapai 1 meter lebih.  

“Banyak pengungsi mulai demam dan gatal-gatal, tim medis melayani warga memberi

obat-obatan dan terus dipantau,” ujarnya. 

Dampak banjir bandang menerjang Bireuen, kondisi Kecamatan Jangka sangat parah dan puluhan rumah rusak berat.

Camat Jangka, Mulyadi SP MSM kepada Serambinews.com, Selasa (2/12/2025) mengatakan,  ada ratusan rumah rusak berat di Kecamatan Jangka. 

Camat menyebutkan kondisi paling parah    di  Desa Jangka Mesjid semua rumah terendam, jumlah pengungsi 1.300 jiwa, Jangka Ketapang ada 500 jiwa mengungsi ke meunasah dan berbagai desa lainnya.

Kondisi paling parah di Desa Bugeng, semua rumah terendam. 

Begitu juga di Alue Kuta  40 unit rumah hancur akses jalan tidak bisa dilewati masih berlumpur tebal, butuh air bersih, dapur umum ada 2 di Meunasah dan di dusun pasi, jumlah pengungsi 800 jiwa di 2 titik, Kuala Ceurape ada 35 rumah rusak total maupun hanyut, dapur, warga mengungsi ke meunasah. 

“Ada ratusan warga masih bertahan di pengungsian baik di meunasah maupun masjid dan dibuka dapur umum karena rumah rusak, rumah diterjang banjir maupun masih tertimbun lumpur,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved