Selasa, 12 Mei 2026

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU, Bernarkah Krisis BBM di Aceh?

Hal itu disebabkan oleh ketidakstabilan suplai listrik PLN yang menghambat proses pengisian dan pelayanan di SPBU. 

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Asnawi Luwi
ANTREAN PANJANG - Antrean panjang di SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, Agara beberapa waktu lalu akibat BBM bersubsidi langka. 
Ringkasan Berita:
  • Antrean panjang BBM terjadi di sejumlah SPBU Banda Aceh dan di sejumlah Kabupaten-Kota lainnya di provinsi Aceh menjadi sorotan beberapa hari ini.
  • Tidak hanya antrean roda dua dan roda empat, sebagian warga rela antre dengan membawa jeriken untuk membeli BBM
  • Warga rela antre BBM karena tidak punya pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan mereka di tengah kejadian bencana banjir yang menimpa.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Antrean panjang BBM terjadi di sejumlah SPBU Banda Aceh dan di sejumlah Kabupaten-Kota lainnya di provinsi Aceh menjadi sorotan beberapa hari ini.

Tidak hanya antrean roda dua dan roda empat, sebagian warga rela antre dengan membawa jeriken untuk membeli BBM

Warga rela antre BBM karena tidak punya pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan mereka di tengah kejadian bencana banjir yang menimpa.

 Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan bahwa antrean mengular yang terjadi di SPBU bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan.

Hal itu disebabkan oleh ketidakstabilan suplai listrik PLN yang menghambat proses pengisian dan pelayanan di SPBU

"Secara stok tidak ada masalah dengan BBM di Banda Aceh. Gangguan terjadi karena ketersediaan listrik PLN yang tidak konstan, masih ada pemadaman bergilir sehingga pengisian BBM dalam jumlah besar ikut terhambat," katanya, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Gangguan Listrik PLN Jadi Pemicu Antrean Panjang BBM di Aceh

Murthalamuddin juga mengatakan bahwa SPBU yang mengandalkan genset tidak memungkinkan beroperasi 24 jam penuh.

 Karena itu, antrean yang terjadi lebih dipicu oleh kekhawatiran berlebihan di masyarakat.

 "Kami imbau warga tidak panik. Panic buying tidak diperlukan karena stok dijamin aman," ujarnya. 

Dalam keterangan yang sama, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin, mengatakan bahwa suplai energi BBM di Aceh tetap aman.

Namun, dirinya meminta PLN untuk memprioritaskan suplai listrik ke SPBU agar pelayanan kembali normal.

"SPBU siap melayani masyarakat 24 jam, bahkan 100 jam kalau listrik stabil. Saat ini, rata-rata SPBU memakai genset dari pagi sampai malam, dan itu tidak mungkin dipaksakan terus," katanya.

Baca juga: Ribuan Warga Datangi Kantor Bupati Aceh Tengah, Keluhkan Langka BBM hingga Beras

DPRA Pastikan Pasokan BBM Aman: Masyarakat Jangan Panik

Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi III DPRA dari daerah pemilihan Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang, Hasballah, yang akrab disapa Cut Apa, memastikan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya dalam kondisi aman.

“Saya telah berkomunikasi langsung dengan pihak Pertamina untuk memastikan kondisi pasokan BBM. Dari hasil konfirmasi, Pertamina menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM di Banda Aceh maupun Aceh Besar. Stok dalam kondisi aman dan pendistribusian berjalan normal,” ujar Cut Apa.

 Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, Cut Apa meminta pihak Pertamina segera menyampaikan pernyataan resmi kepada publik agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terpancing kepanikan yang berujung pada lonjakan antrean di SPBU.

“Penting bagi Pertamina untuk menyampaikan secara terbuka bahwa pasokan BBM aman. Dengan adanya pernyataan resmi, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” tegasnya.

Selain itu, Cut Apa menyoroti kendala operasional SPBU, khususnya terkait pasokan listrik.

Ia meminta pihak SPBU menyiapkan alternatif operasional seperti penggunaan genset agar pelayanan pengisian BBM tetap lancar meskipun terjadi gangguan listrik.

Ia juga mengimbau agar SPBU tetap memberikan ruang seperti biasa kepada pedagang eceran, sehingga distribusi BBM tetap merata hingga ke lapisan masyarakat bawah.

“Pedagang eceran juga kami minta agar tidak menaikkan harga melebihi harga jual normal. Jika harga tetap stabil, masyarakat tetap bisa membeli BBM secara eceran dan tidak harus menumpuk di SPBU, sehingga antrean panjang bisa diminimalkan,” jelasnya.

Cut Apa turut mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk turun langsung ke lapangan memantau situasi.

Pemerintah daerah diminta berperan aktif menjaga stabilitas dengan memberikan imbauan kepada pedagang eceran agar tidak memainkan harga serta memastikan distribusi BBM berjalan tertib.

“Sinergi pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU, dan pedagang eceran menjadi kunci agar kondisi tetap kondusif dan masyarakat tidak dirugikan,” tutup Cut Apa.

Baca juga: 4 Kabupaten di Aceh Masih Sulit Ditempuh Jalur Darat: Aceh Tamiang, Aceh Tengah hingga Bener Meriah

Antrean di SPBU Singkil 'Mengular', Dinas Perdagangan Warning Pedagang tak Timbun BBM

 

Antrean kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Singkil, Selasa (2/12/2025) pagi.

 
Panjangan antrean sudah sampai ke bundaran Bank Aceh Cabang Singkil. 

Antrean mulai dari sepeda motor, becak dan kendaraan roda empat. 

Termasuk deretan jerigen terlihat berjejer di dekat pompa pengisian BBM.

Berdasarkan pantauan Serambinews.com (Serambi Indonesia) antrean kendaraan lebih panjang dari sehari sebelumnya. 

Sejumlah pengendara mengaku sudah antre hampir satu jam, namun belum mendapat giliran.

 
"Sudah lumayan lama lebih setengah jam antre," kata pengendara becak yang mengantre di SPBU Singkil.

Sementara itu Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Singkil, Safrijal, warning (mengingatkan) warga tidak melakukan penimbunan BBM.

Mengingat sepengetahuannya sejak SPBU buka, sudah ada pedagang eceran yang membembeli menggunakan jerigen. 

Pedagang eceran yang membeli menggunakan jerigen itulah juga diingatkan segera menjualnya kepada masyarakat.

"Kami ingatkan jangan ada yang simpan BBM," kata Safrijal. 

Langkah itu sebut Safrijal untuk mencegah terjadinya antrean panjang di SPBU

Apalagi sebut Safrijal, stok BBM di SPBU cukup banyak. "Informasi yang kami terima stok BBM banyak," ujarnya.(*)

 

Baca juga: Tiba di Subulussalam, Tim Relawan Pemkab Abdya Serahkan Bantuan, Tenaga Medis Terjun ke Desa-desa

Baca juga: Korban Banjir Terancam Kelaparan Ekstrem, Begini Reaksi KPA Luwa Nanggroe

Baca juga: Pascabanjir di Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, Banyak Warga Lost Contact dengan Keluarga

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved