Selasa, 12 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Gangguan Listrik PLN Jadi Pemicu Antrean Panjang BBM di Aceh

“Secara stok tidak ada masalah dengan BBM di Banda Aceh. Gangguan terjadi karena ketersediaan listrik PLN yang tidak konstan, masih ada pemadaman...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
JUBIR POS KOMANDO – Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. Foto direkam Senin (1/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Selasa (2/12/2025), antrean panjang di sejumlah SPBU Aceh terjadi bukan karena kekurangan stok BBM, tapi akibat ketidakstabilan suplai listrik PLN.
  • Stok BBM di Banda Aceh aman, namun pengisian terhambat karena pemadaman bergilir.
  • SPBU yang mengandalkan genset tidak bisa beroperasi penuh 24 jam.
  • Juru Bicara Posko, Murthalamuddin, menegaskan antrean dipicu oleh kepanikan warga.
  • Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, meminta PLN memprioritaskan listrik untuk SPBU agar pelayanan normal kembali.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin mengatakan, antrean mengular yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh diakibatkan karena ketidakstabilan suplai listrik PT PLN (Persero).

Menurut Murthalamuddin, ketidakstabilan listrik tersebut menghambat proses pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pelayanan di SPBU. Padahal, stok BBM di Banda Aceh dalam kondisi aman.

“Secara stok tidak ada masalah dengan BBM di Banda Aceh. Gangguan terjadi karena ketersediaan listrik PLN yang tidak konstan, masih ada pemadaman bergilir sehingga pengisian BBM dalam jumlah besar ikut terhambat,” kata Murthalamuddin dalam konferensi pers di Media Center Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Selasa (2/12/2025).

Murthalamuddin mengungkap, SPBU yang mengandalkan genset tidak memungkinkan beroperasi 24 jam penuh.

Di sisi lain, ia menilai antrean yang terjadi lebih dipicu kekhawatiran berlebihan di masyarakat. 

“Kami imbau warga tidak panik. Panic buying tidak diperlukan karena stok dijamin aman,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin.

Ia menegaskan bahwa suplai energi di Aceh tetap aman.

Namun, ia meminta PLN untuk memprioritaskan suplai listrik ke SPBU agar pelayanan kembali normal. 

“SPBU siap melayani masyarakat 24 jam, bahkan 100 jam kalau listrik stabil. Saat ini rata-rata SPBU memakai genset dari pagi sampai malam, dan itu tidak mungkin dipaksakan terus,” jelasnya.

Baca juga: HRD Minta Pertamina Segera Atasi Kelangkaan Elpiji dan BBM di Aceh, Sumut dan Sumbar

Nahrawi juga mengingatkan, masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tidak memanfaatkan situasi untuk spekulasi harga.

“BBM subsidi tidak boleh diperjualbelikan kembali karena sudah terkontrol sistem. Untuk Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex silakan digunakan sesuai kebutuhan, bukan untuk dijual lagi,” tegasnya.

Nahrawi menambahkan bahwa pasokan BBM tambahan dijadwalkan kembali masuk pada malam ini.

“Stok aman. Kapal akan melakukan bunker lagi malam ini. Kami berharap masyarakat tetap tenang,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved