Selasa, 21 April 2026

Update Korban Banjir Aceh

Korban Banjir Aceh Bertambah Jadi 249 Orang, 227 Jiwa Masih Hilang

Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar kabupaten/kota Aceh terus bertambah. 

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Rianza Alfandi
JUBIR POS KOMANDO – Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. Foto direkam Senin (1/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar kabupaten/kota Aceh terus bertambah. 
  • Hingga Selasa (2/12/2025) pukul 20.00 WIB, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan terdapat 249 orang ditemukan meninggal dunia dan 227 lainnya masih dinyatakan hilang. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar kabupaten/kota Aceh terus bertambah. 

Hingga Selasa (2/12/2025) pukul 20.00 WIB, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan terdapat 249 orang ditemukan meninggal dunia dan 227 lainnya masih dinyatakan hilang. 

“Laporan pantauan data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh hingga Selasa (2/12/2025) pukul 20.00 WIB, korban meninggal dunia mencapai 249 orang dan hilang 227 orang,” kata Juru Bicara Posko, Murthalamuddin.

Murthalamuddin juga menyampaikan, bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem tersebut telah berdampak luas pada 18 kabupaten/kota di tanah rencong, mencakup 229 kecamatan dan 3.310 gampong.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan evakuasi, distribusi bantuan, serta pencarian korban hilang di lapangan. 

Baca juga: Mualem Terbangkan Bantuan ke Daerah Terisolasi di Aceh Timur dan Bener Meriah

Murthalamuddin juga menyampaikan, bahwa sampai saat ini jumlah warga terdampak terdata 229.767 kepala keluarga (KK) atau 1.452.185 jiwa. Selain korban meninggal dan hilang, terdapat 1.435 orang mengalami luka ringan dan 403 lainnya luka berat. 

Sementara itu, lanjut dia, jumlah pengungsi saat ini tercatat ada 828 titik pengungsian dengan total 157.321 kepala keluarga atau 660.642 jiwa yang harus meninggalkan rumah mereka. 

Di sisi lain, banjir bandang tersebut juga merusak ratusan fasilitas umum, di antaranya 138 unit perkantoran, 51 unit tempat ibadah, 201 unit sekolah, dan 4 unit pondok pesantren.

“Kemudian kerusakan jalan 302 titik dan jembatan 152 unit,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved