Minggu, 26 April 2026

Update Korban Banjir Aceh

Korban Banjir Aceh Utara Bertambah Lagi, 183 Orang Meninggal dan Tujuh Masih Hilang

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Dok Pemkab Aceh Utara 
MEMANTAU KONDISI - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM yang akrab disapa Ayahwa mengendarai sepmor trail untuk masuk ke kawasan pedalaman untuk memantau kondisi pengungsi korban banjir. 

Ringkasan Berita:
  • Bencana banjir ini berdampak pada 124.514 kepala keluarga (KK) atau 432.179 jiwa yang rumah dan lingkungannya terendam.
  • Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.026 KK atau 71.035 jiwa terpaksa mengungsi dan kini tersebar di 219 titik pengungsian di berbagai kecamatan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah.

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara, hingga Jumat (19/12/2025) pukul 22.00 WIB, tercatat 183 orang meninggal dunia, sementara tujuh korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

“Selain korban meninggal dan hilang, banjir juga mengakibatkan 2.137 orang mengalami luka-luka,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambinews.com, Sabtu (20/12/2025).  

Kelompok rentan terdampak cukup signifikan, dengan rincian 1.324 ibu hamil, 8.847 balita, 6.141 lansia, dan 436 penyandang disabilitas yang membutuhkan penanganan khusus.

Baca juga: PT Pertamina: Penyaluruan LPG Subsidi di Banda Aceh Naik 40 Persen, Alokasikan 20 MT/hari

Bencana banjir ini berdampak pada 124.514 kepala keluarga (KK) atau 432.179 jiwa yang rumah dan lingkungannya terendam.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.026 KK atau 71.035 jiwa terpaksa mengungsi dan kini tersebar di 219 titik pengungsian di berbagai kecamatan.

Kerusakan pemukiman warga tercatat sangat parah. “Ada 117.509 unit rumah terendam, 3.463 rumah hilang, 6.244 rumah rusak berat, 7.946 rumah rusak sedang, dan 19.777 rumah rusak ringan,” ungkap Ayahwa.

Banyak rumah warga tidak lagi layak huni akibat terendam lumpur dan air setinggi satu hingga dua meter.

Sektor pertanian dan perikanan juga mengalami dampak luas, dengan jumlah 14.509 hektare lahan persawahan dan 10.674 hektare tambak terendam banjir, mengancam ketahanan pangan dan mata pencaharian ribuan warga.

Kerusakan infrastruktur tercatat hampir di seluruh sektor, yaitu 432 ruas jalan mengalami kerusakan, dengan rincian 113 rusak berat, 53 rusak sedang, dan 266 rusak ringan. Selain itu, 21 daerah irigasi, 78 titik tanggul sungai, dan 60 unit jembatan dilaporkan mengalami kerusakan.

“Ratusan sekolah dari jenjang TK, SD hingga SMP mengalami kerusakan, disertai rusaknya ribuan set alat peraga pendidikan, peralatan teknologi informasi dan komunikasi, laboratorium, serta buku pelajaran,” katanya.

Di sektor kesehatan, 46 puskesmas dan 61 pustu dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda.

Kerusakan juga melanda rumah ibadah, dayah atau pesantren, serta sektor perdagangan. Tercatat 124 masjid, 16 meunasah, dan 10 dayah/pesantren terdampak banjir.

Sementara itu, sektor ekonomi mencatat kerusakan pada 2.000 unit IKM, 14.648 UMKM, serta 224 kios dan pasar.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved