Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Atasi Antrean Panjang, Dewan Desak Pertamina Turunkan BBM ke Stasiun Di Desa-Desa

Teuku Arief Khalifah meminta pihak Pertamina Aceh untuk menyebar stok BBM ke stasiun stasiun seperti Pertashop

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Amirullah
Serambinews.com
T Arief Khalifah, Anggota DPRK Banda Aceh 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Antrean panjang untuk pengisian BBM masih terjadi di sejumlah wilayah di Aceh. 

Untuk Banda Aceh sebagai wilayah tak terdampak, antreannya pun ada yang mencapai 1 kilometer.

Pantauan Serambi, sejak usai shalat subuh, warga sudah mengantre di SPBU, meskipun operasional belum dimulai.

Sebagai solusi untu mengatasi kondisi itu, Anggota DPRK Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah meminta pihak Pertamina Aceh untuk menyebar stok BBM ke stasiun stasiun seperti Pertashop, Pertamini dan pengecer teridenfikasi di seluruh gampong di Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.  

Sehingga dengan melimpahnya ketersediaan minyak, maka warga akan mudah mendapatkan BBM dan antrean di SPBU akan terurai. 
Pasalnya antrean panjang semakin memancing kepanikan publik.

Arief menyampaikan, jika imbauan yang dikeluarkan saat ini tidak efektif dalam mengurai antrian di SPBU, namun dengan tersedia nya stok di gampong akan mengurangi dampak penumpukan antrian di SPBU. 

“Hari ini harus dilihat strategi yang baik dalam memfasilitasi kebutuhan warga, dalam keadaan cemas dan panik edukasi kepada warga terkait kesediaan stok tidak akan maksimal, oleh sebab itu di butuhkan tindakan cepat di lapangan. Salah satunya dengan menyebar stok ke stasiun stasiun kecil yang lebih di kenal dengan pertashop atau pertamini di gampong gampong,” ujarnya

“Serta untuk memperkuat juga dapat dibagikan kepada pengecer yang teridentifkasi oleh pertamina agar stok itu dapat langsung di distribusikan ke warga tanpa perlu khawatir di endapkan” ujar Anggota Komisi 1 ini.

Arief melanjutkan bahwa keadaan saat ini juga tidak terlepas dari padamnya listrik sehingga menyebabkan layanan di SPBU tidak maksimal. 

Baca juga: Listrik Belum Pulih, Bahlil Cek Langsung Perbaikan Tower Roboh di Bireuen:Mobilisasinya Memang Sulit

Baca juga: Pakai Pesawat TNI, Dirjen Bina Adwil dan Gubernur Aceh Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Aceh

“Banyak SPBU beroperasi juga menggunakan genset, yang tentunya juga perlu waktu istirahat, terlebih sampai hari ini SPBU tidak hanya melayani kendaraan namun juga pelanggan yang mencari BBM untuk menghidupkan genset. Ini juga menjadi sebab dari panjang nya antrian di SPBU. Saya berharap PLN dapat segera menormalkan listrik di Banda Aceh dan Aceh Besar atau walau belum memungkinkan minimal waktu padam dapat dipersingkat” ujar Politisi Partai Gerindra ini. 

Dalam kesempatan ini Arief juga meminta agar Pertamina dapat menghitung ulang kebutuhan BBM di Banda Aceh dan Aceh Besar. 

“Saat ini yang mencari BBM tidak hanya warga Kota dan Aceh Besar tapi saudara saudara kita yang sedang di Banda Aceh dari Kota dan Kabupaten lain, di tambah kebutuhan BBM untuk Genset oleh warga dan tempat usaha. Jadi menurut saya kuota BBM di Banda Aceh dan Aceh Besar di SPBU harus di tambah  dan distribusi ke stasiun-stasiun kecil di gampong ataupin ke pengecer yang dipercaya Pertamina mendesak untuk segera dilakukan,”ujarnya.

“Mungkin prosesnya tidak sesuai dengan SOP yang diinginkan Pertamina tapi kondisi pada hari ini memang membutuhkan opsi opsi strategis” ujar Arief.

Lebih lanjut Arief juga meminta agar Pertamina dapat melakukan sidak dengan menggandeng Aparat penegak hukum agar BBM yang di jual di jalan raya, harganya tidak memberatkan. 

“Untuk menghindari penimbun juga dapat dilakukan sidak sidak dengan menggandeng APH sehingga harga jual di jalan pun tidak memberatkan pembeli” tutup Arief.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved