Banda Aceh
Kapolresta Banda Aceh: Timbun BBM dan Naikkan Harga Tinggi Terancam Pidana
“Jangan ada niat untuk menimbun BBM, atau memperjualbelikan BBM dengan harga yang sangat tinggi, karena itu ada unsur pidananya...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Kapolresta Banda Aceh menegaskan akan menindak tegas pelaku penimbunan dan penjualan BBM dengan harga tinggi.
- Antrean panjang di hampir semua SPBU terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan yang mengisi BBM secara bersamaan.
- Polisi mengimbau masyarakat untuk antre tertib, tidak mengambil keuntungan di tengah kesulitan, dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono secara tegas menyampaikan, para penimbun bahan bakar minyak (BBM) atau yang menjual dengan harga tinggi, dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Hal itu disampaikannya menanggapi kondisi antrean panjang, baik itu kendaraan roda dua hingga truk masih terjadi di hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh dan sejumlah daerah sekitarnya.
“Jangan ada niat untuk menimbun BBM, atau memperjualbelikan BBM dengan harga yang sangat tinggi, karena itu ada unsur pidananya. Dan apabila ketahuan, maka kami akan menindak secara tegas sesuai dengan ketentuan hukum,” tegas Kombes Joko dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Kapolresta Banda Aceh itu mengajak semua pihak, mari bersama–sama menjaga situasi kota ini agar tetap kondusif. Masyarakat dapat memiliki BBM dengan kuota masing–masing. “Dan tidak ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain,” tambahnya.
Pihaknya berharap kesadaran dari siapapun untuk tidak melakukan penimbunan BBM, atau menjual BBM diatas regulasi yang ditentukan Pertamina.
Baca juga: Update Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini, 3 Desember 2025, Naik atau Turun per Mayam?
Diketahui sejak beberapa hari lalu, antrean kendaraan di SPBU mengular hingga ke badan jalan, membuat banyak pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.
Meskipun stok BBM tersedia, tingginya jumlah kendaraan yang datang bersamaan membuat proses pengisian berjalan lambat. Banyak warga mengaku harus berpindah-pindah SPBU karena antrean yang terlalu panjang, bahkan ada yang tidak kebagian giliran setelah menunggu lama.
“Kami berharap masyarakat yang ingin membeli BBM supaya mengantre dengan tertib, mengikuti arahan petugas dan yang paling penting, belilah BBM sesuai kebutuhan,” pungkas Kombes Joko. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Joko-Heri-Purwono-saat-meninjau-beberapa-SPBU.jpg)